Postingan

darkest confession

I am 25, and I try to being honest. I feel not capable for being 25, for being an adult. Because … Have you ever lose your mind? For me, its happen once or twice. The first time is when I feel the first real love. I was fall too far and loving someone blindly and deafly. I lose my mind, give everything I had. My time, my money, my brain, my heart and my body. I sacrifice my friends, my family and myself to be with him, to makes him happy, to be with him. I closed my ears when everyone mocks me, when they ridiculed me. I let him treat me badly. I such a foolish. Its idiot, but I don't regret it. that's just a great lesson, and I'm thankful. And the second one, I hope is the last time, is when I feel so depressed, I cant talk to anyone because I have no such relationship with my family or my friends anymore. I take three high-dose sleeping pills, which that prescribed by doctor and should not be taken more than five days and may not be more than on...

Hukum Newton Ketiga disambut Menunggang Badai, Barasuara

Malam itu, gue mengendarai motor gue seorang diri menuju suatu lokasi. Kondisi jalanan cukup sepi, hanya ada tiga motor dan satu mobil sejauh mata memandang. Seperti biasa, gue mengendarai motor dengan menggunakan headset untuk mendengarkan lagu. Saat itu lagu yang terputar adalah Menunggang Badai milik Barasuara, terbesit lirik yang cukup ngebuat otak gue mengembara entah kemana sementara mata dan tangan seperti autopilot “di dalammu dendam parah bersarang, perih mencekam, pedih bersulang, lara bersarang. Dalam peraduan dendammu melagu, dalam perasaan diammu memburu, dalam kesunyian gerammu bertalu” Otak gue kembali ke masa-masa paling menyakitkan (di hubungan yang sekarang), rasa terbohongi, rasa diabaikan dan tidak dianggap, rasa diduakan dan dilupakan. Setiap conversation entah chat atau kata yang terucap terekam jelas dan itu berulang lagi bagai recorder tape di otak gue. Gue menelan ludah dan menggertakan rahang, berusaha mengatakan ke diri gue sendiri “ I’m fine ,...

Lihatlah lebih dekat, maka kau akan mengerti

Lihatlah lebih dekat, maka kau akan mengerti. Gatau kenapa lagu petualangan Sherina itu terngiang-ngiang di otak gue. Mengapa bintang bersinar? Mengapa air mengalir? Mengapa dunia berputar ? Bagi anak kecil, mungkin itu pertanyaan yang sangat sulit dijawab, sekalipun mendapatkan jawabannya, mungkin itu diluar nalarnya mereka dan kepalanya bisa pecah sendiri mikirin itu. Lalu Sherina menjawab pertanyaannya sendiri dengan jawaban “ Lihatlah lebih dekat, maka kau akan mengerti ” Seketika gue pun mencoba menerapkan pemikiran simple anak kecil itu. Mungkin, mungkin gue hanya terlalu keras berfikir dengan cara gue sampai pada akhirnya gue menjadi orang yang kaku, close minded dan judgemental . Gue jadi berfikir semua dugaan gue benar tanpa tau kejadian di lokasi. Gue jadi anak kecil yang mendapat jawaban, tapi gak bisa nerima logika dari jawaban tersebut karna emang otaknya gak nyampe. Trus gimana caranya biar gue bisa memahami logikanya? Gimana caranya biar nalar gu...

?

Siapa aku? Pertanyaan yang akhir-akhir ini mengganggu Mungkin kah aku jelamaan dari masa lalu? Atau hanya inilah aku sedari dulu? Aku benci menjadi insecure , selalu khawatir dan tidak percaya diri Aku benci mengais-ngais hanya untuk perhatian lebih Aku benci memohon untuk di tolong, diselamatkan dari sepi Aku rindu menjadi candu Aku rindu berapi-api tanpa sabu Aku rindu menyendiri dan tidak terganggu (karenanya) Jika endorphin dan dopamine menjadi kunci dari cinta dan bahagia, Maka caffeine dan nicotine , seharusnya cukup. Tapi tidak. Jauh dari kata cukup. Sangat kurang Etanol? Daniels? Regal? Martell? Fireball? Royal? Sangat membantu, untuk beberapa saat. Adakah sesuatu yang abadi? Adakah sesuatu yang nyata? Adakah sesuatu yang dapat menyelaraskan rasa dan logika? Tertanda, Seseorang yang tidak lagi mengenal dirinya, dan orang di sekitarnya

Dark Side of Taurean

No matter what they are, or who. either they are boys or girls, or even just a stuff like cars, computers, games, electric cigarette , action figure, sports, hobbies, social media, alcohol or even food. If they steal whats mine, they turns become my enemy .  Steal means, steal my position like become priority.  But, I know the subject and objects.  I will blame the subject, but still I can eliminate the objects if necessary, like the subject defend them than me , or when it become too far, I can eliminate the subject, too . or both of you. -The dark side of Taurean combination of stubborn, dominant and possessive when you annoy a calm Bull. It will be different if I still be priority, you let me in and be honest. Believe me, it will be quite beautiful balance . you can do whatever you want, and my dark side doesn't come out,  and we will enjoying together .
Jakarta, 5 September 2018 Bisakah kita menjaga jika sudah tidak ada rasa? Bisakah kita bercerita jika sudah tidak ada cinta? Karna bercinta pun tidak harus dengan cinta Akankah kita terluka jika sudah tidak ada suka? Akankah kita tersakiti jika sudah tidak ada peduli? Lalu mengapa mengasihi sesuatu yang sudah usai? Lalu mengapa kembali jika sudah memutuskan pergi? Jika berpisah adalah jalan, Kembali bukan pilihan Jika masih ingin bersama, mengapa harus berpisah? Jika memang ingin berpisah, mengapa masih bersama? Karena sejujurnya, rasa tak akan pernah padam. Ia hanya karam dan tenggelam. Dan kadang yang sudah pudar Kembali ke permukaan dengan sapaan “apa kabar?” Hidup kadang selucu itu… Kembali ke permukaan bukan berarti kembali mengarungi bersama, Kadang hanya memori yang kembali hangat membara. Karena kami adalah manusia. Selayaknya kami mencintai Tuhan, namun tetap melakukan dosa Kami pun mungkin akan mendua, walau tetap me...

Love or Drugs?

We think we love something, but we didn’t. We just drunk and addicted to the objects. If love produce a dopamine, which is a chemical helps regulate movement, attention, learning and emotional responses, the chemical that you can found in cocaine and other drugs. So, we can said love is drugs too. When we falling in love (or when we think we falling in love), we can act so emotional and stop thinking rationally, blame dopamine. But, just like the other drugs, we cant ‘high’ all the time, we need more dose for feeling high and drunk again, but when we don’t get it, we dying, we cant control ourselves, cant control our emotion, just like a junkie who don’t get their drugs. Pain, hurt, sick. What we can do just scream, cry and feel so angry.                 I think that’s me. I just realize that he’s my personal drug, and when I cant get my supply, I got crazy. Is it healthy? Just like coffee. I’m ...

Value

Entahlah, hanya pemikiran gue aja atau memang seperti itu. Seiring perkembangan zaman, kita di fasilitasi dan di mudahkan dari segala sisi. Transportasi, komunikasi dan layanan lainnya, pada akhirnya kita jadi effortless dan pemalas. Dulu, jaman gue puber which is pas gue SMP sekitar tahun 2005-2008 itu perkembangan teknologi baru bermunculan. Beberapa temen gue belum punya HP, HP paling keren itu ya HP dengan kamera resolusi rendah dan speaker HP yg sember, mentok-mentok buat maen game uler. Dulu, pas gue lagi PDKT sama cowok, tau alamat email aja udah seneng banget. Kita saling bertuker kabar dengan SMS, iya satu kali kirim SMS itu 100-300 perak, mahal. Dan cuma pacaran sama orang tajir yang bisa telfonan apalagi sampe 30 menit, semua serba mahal. Kalo mau murah, ya ke wartel atau janjian online jam berapa gitu via yahoo messenger trus kita sama-sama ke warnet. Semua butuh effort, effort buat saling komunikasi, selain ketepatan waktu online, uang pun jadi salah satu poinnya, ki...

My Karma?

2015, Gue berusia belum genap 21 tahun, saat itu gue sedang menyusun skripsi gue. Sembari menyusun skripsi, rasa bosan dan tekanan dari sang pacar membuat gue jadi mahasiswa tingkat akhir yang sudah tidak ada kelas dan sudah bekerja, ya gue bekerja agar tidak dianggap remeh, maklum saja sang pacar sudah memasuki dunia kerja dan mungkin saat itu dia sedang mengalami quarter life crisis . Saat itu, sebelum gue memulai masuk dunia kerja, gue muak banget, dia marahin gue karna gue bangun diatas jam 1 siang dan tidur setelah jam 5 pagi, dunia gue dan dia benar-benar berbeda karena dia dipaksa bangun jam 5 pagi dan tidur jam 10 malam. Saat itu gue sama sekali gak ngerti kenapa dia marah-marah. Sekarang gue ngerti, dia cuma mau ditemenin, dia cuma mau gue sepenanggungan sama dia, sama-sama merasakan tai nya kehidupan, sama-sama bangun pagi, melawan macet dan kembali kerumah setelah ngantor. Sementara gue, keluar rumah sore, nongkrong sampe malem, subuh-subuh baru ngerjain skripsi sambil...

Luka Lama

Masih segar di ingatan walau sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu. Dua kata yang tidak disengaja yang keluar karena keadaan marah, pernahkah kalian mendengar pernyataan: 1. Perkataan orang marah adalah yang paling jujur. 2. Kadang kita menutupi perkataan paling jujur kita dibalik kata “bercanda gue” Apakah memang gue seperti itu? Pecun karena dianggap bodoh dan tidak logis. Binal karena tertawa dan minum bersama lelaki. setidaknya itulah kesimpulan yang gue dapet Padahal menggoda saja tidak, striptease pun tidak, bugil pun tidak, dibayar karena melakukan hubungan intim yang terpaksa pun tidak. Lalu apa definisi pecun dan binal? Apa karena seorang wanita memakai hot pants dan tank top , minum alcohol dan tertawa dengan lelaki, pulang malam dan merokok lalu wanita itu adalah wanita binal dan pecun? Sepertinya stereotype itu sudah mendarahdaging, tidak peduli seberapa dekat kita dengan pribadi lain, judgement  terhadap cover akan selalu ada, hany...

Quarter Life Crisis

Sekarang lagi nge-trend sebutan Quarter Life Crisis , apa sih quarter life crisis itu? Ya sesuai namanya krisis kehidupan di usia 25 tahunan, kenapa 25 tahun? Ya quarter atau seperempat, kan seperempatnya dari 100 ya 25. Nah trus krisis apa sih yang dialami usia 25 tahun? Biasanya di usia 25 tahun adalah usia kita dianggap totally dewasa, saat kita dewasa ya kita punya tanggung jawab, nah tanggung jawab ini yang bikin kita khawatir. Biasanya kekhawatiran kita diawali dengan pertanyaan “Kita udah ngapain aja sih selama 25 tahun ini? Pencapaian apa yang udah kita raih? Kita mau ngapain lagi?” Dan untuk mencari jawaban yang gak pasti (karna hidup real bukan seperti matematika yang 1 + 1 udah pasti 2), kita akhirnya membandingkan diri dengan orang lain. Si A udah jadi manager, si B udah buka usaha sendiri, si C udah lulus S2, si D udah punya rumah, si E udah married, si F udah punya anak 2, si G udah keliling dunia , dan lain sebagainya, akhirnya kita setres sendiri. S...

Jangan. Pernah. Hilang. Harapan

Saat itu gue sedang dijalan mencari apotek yang menjual obat sinus untuk nyokap gue, sudah 6 apotek gue datengi dan habis semua. Upset , bukan hanya gak dapet obatnya tapi juga karena gue baru aja bikin kartu ATM nyokap gue ketelen, sementara dalam 2 hari kita mau liburan yang berarti butuh kartu ATM itu buat belanja atau Tarik tunai. Sepanjang jalan gue hanya bisa mengutuk diri gue sendiri Bego banget gue. Damned me. Bodoh bodoh bodoh. Fucked me. Sial banget gue. Sepanjang perjalanan sampai akhirnya gue bilang, “Kita pulang aja, kayanya emang obatnya lagi abis, masa di 2 kimia farma dan 4 K24 gak ada” ucap gue pasrah, gue bener-bener clueless dan pasrah, pasrah dimarahin emak karna bikin kartu ATM ketelen dan obatnya gak ada. Dan kalian tau apa yang diomongin pacar gue? “ Jangan. Pernah. Hilang. Harapan ” dan kata-kata itu langsung bikin gue sesek nafas. Jadi selama ini gue sering banget kaya “Udah gak usah, gak keburu”, “Udah balik aja, gak akan bisa”, “Besok aja, ga...

Hasrat Terdalam Jagat Raya

Tatkala dua insan yang sangat asing bertemu dengan cara yang tidak terduga. Seorang gadis yang menyukai berdansa didalam pelukan teman-teman lelakinya sepanjang malam dan mengejar fajar dengan genggaman yang memperlihatkan liarnya dunia. Dan seorang pria yang menyukai menyaksikan senja dengan kekasih di dekapannya dan mengarungi kelembutan sentuhan cinta setiap malamnya Gadis polos yang berangsur liar demi mendapatkan pengkuan. Pria bajingan yang bersikap lembut demi mendapatkan kehangatan. Suatu malam, Sang gadis sedang duduk di kursi bar sambil memandangi sekitar, semua teman-temannya sedang menari, tertawa-tawa dan tidak sadar. Perlahan-lahan senyum diwajahnya memudar, ia mulai muak dengan lampu sorot, alkohol dan bahagia yang semu, sesekali pria itu mencium pipi, bibir dan lehernya namun tidak ada yang ia rasakan, tidak ada sentuhan emosional yang membuatnya bergairah dengan hidup yang ia jalaninya. Gadis itu akhirnya berjalan meninggalan bar dan keluar, membakar ...

Apa bedanya?

Bohong, Menutupi dan Menghindar itu sama gak sih? Banyak dari kalian bilang “itu sama aja”, tapi gue punya pandangan lain. Menurut gue itu beda, beda tipis. Ya contoh sederhananya, kaya warna aja, intinya itu warna biru, tapi ada biru muda, biru langit, biru laut, biru tosca (some people said hijau tosca), biru dongker, navy, biru tua, dark blue, etc. Mereka berbeda satu sama lain bukan? Bohong itu adalah saat lo tidak mengatakan kebalikan dari apa yang terjadi. Kondisi: lo kentut dan bau, trus temen lo nanya “lo kentut ya?”, dan jawaban lo “enggak kok, bukan gue”. Jelas itu bohong. Menutupi itu adalah saat lo sampe rumah, orang rumah nanya “dari mana?” dan elo jawab “dari kampus” padahal abis dari kampus, lo sempet mampir ke mall buat nonton atau shopping, tapi lo gak ngasih tau mereka. Lo hanya memberitahu apa yang ‘biasa’ kalian lakukan supaya orang rumah gak berpikiran buruk. Tapi ada kemungkinan lo akan jujur atau bohong saat ada lanjutan pertanyaan “abis dari kamp...

Catatan kecil untuk mantan dan kekasih barunya

Teruntuk kalian yang pernah saling membahagiakan, Terima kasih untuk segala suka duka, lara bahagia serta luka dan cinta yang pernah kalian bagikan sehingga kami disini dapat bertemu dengan pribadi kami yang sekarang, pribadi yang saling melengkapi, pribadi yang sudah banyak belajar dari pengalaman manis maupun pedih. Terima kasih sudah memberikan peluang kepada kami untuk saling bertemu, mengenal dan saling menyembuhkan satu sama lain. Terima kasih. Namun, Egois kah kalian jika dalam proses kami saling membahagiakan dan menyembuhkan, kalian hadir hanya sekedar bertanya “Enakan jaman ku toh?”, apa kalian seorang politikus? Tidak tahukah kalian jika satu pertanyaan yang emosional dapat membangkitkan berjuta memori yang sudah terkubur dalam? Bahkan, tanpa pertanyaan kalian pun, pasti memori itu akan datang sesekali, perlu kah kalian membantu membangkitkan memori itu? Ini sudah bukan masa kalian lagi, masa kalian sudah lewat, tolong jangan gunakan black campaign untu...

love what you do or do what you love?

Some people are lucky enough to do what they love. And some people (have to) try harder to love what they do, just to survive, because the last man standing is the survivor. Choose a life path is never easy. You love what you do now, but you don’t have a chance to raise your dream, you cannot live you life fulfil. You enjoy it, you love and happy, but you know you dying and will sinking in life if stay. Live in this world full of price tag and brand not as easy as loving something. Or You do what you can do even that’s not your love the most, but you have a chance to raise your other dream and you can live fulfil. You will die cause of bored, but you can live as well with chasing dream and time and of course the benefit as fit. As desperate as me now. I will take second chance. Maybe what they say is right, I have no heart or my head is bigger than heart, that I’m so materialistic and selfish. I don’t mind if I’m hurt or dying inside as long as I get paid as well, as long I can reach m...

one point

when you need to prove something, and what you think is true, you feel relieved, you proud to yourself because you’re right bout what you’re thinking. But… In same time, You feel guilty to someone, you hurting the person you need the most just because your high ego. Your ego, your stubborn make it you a ‘breaker’. Was be a victim, then become a offender. In one side, I love myself, I feeling proud to torture the antagonist when I was a victim. And you know you don’t leave anything behind, so you have no alibi to looking back or back to that situation. And you know, you always right bout your thought. You didn’t have to feeling guilty to him, you know you’re right the time you quit and close the door, the time you moving forward. You right and just go your life now. But… In other side, I feel guilty to hurting someone, someone I need the most, my cure. I know I become the antagonist when I hear his voice and I don’t need to looking to his eyes to say “fuck...