22 Juli 2016

suatu perasaan dan imajinasi gak jelas dateng...
"Seru kali ya kalo setiap detik kita hidup dari bangun sampe tidur tiap harinya itu direkam, ada dokumentasinya".

Sounds fun.
Lo bisa inget semua ucapan orang sekitar lo beserta ekspresi dan nada bicaranya.
Lo bisa inget gimana cara mereka menatap lo, as you know mata adalah jendela hati.
Lo bisa inget perasaan-perasaan yang timbul tiap detiknya saat lo ngeliat itu semua.
Lo bisa ketawa-tawa sendiri pas ngeliat itu
Lo bisa senyam senyum sendiri
Lo bisa geleng-geleng kepala
bahkan lo bisa nangis mungkin.

ingatan manusia akan pudar dikit demi sedikit, dan saat ingatan pudar, perasaan akan ikut memudar dengan sendirinya. seiring berjalannya waktu, perasaan itu bisa berganti dengan tidak pasti. lagi pula apa yang pasti di dunia ini?

itulah kenapa beberapa moment penting sering diabadikan lewat foto atau video, momen liburan, momen konyol, seru-seruan, surprise, ulang tahun, saat pernyataan cinta, prawedding dan wedding. agar mereka tetap mengingat momen dan 'rasa'nya.

dan kalo boleh gue mau mengabadikan semua, semua, setiap ketidakjelasan kita, setiap kebodohan kita, setiap kekonyolan kita, setiap canda garing kita, setiap romantika kita, semua tentang kita.
iya kita, aku dan kalian semua, teman, sahabat, pacar, keluarga, orangtua bahkan orang asing yang mungkin hanya berpapasan.

hal gak penting aja gue mau abadikan apaagi hal yang luar biasa. The power of documentation, video or photo, especially candid capture or camera. I love that.




By the way, today is my big sister's birthday and I dont give her wishes or just congratulate her because of one and other thing, but I still your family no matter how we hate each other, and impossible for me to forget you and your special day.
"I miss the old time of us, when the biggest problem is you stole my barbie. HB!"
and also HB for the first one who broke me to pieces a long years ago, even I dont know where you are but the scars you made becoming me a strong woman

19 Juli 2016

oh god, I got phobiiiiiiaaaaaaaa

What you think about phobia?

Sedikit gue ambil definisi Fobia.

Fobia adalah rasa ketakutan berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia, subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan. 
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan di mana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.
Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya

Bisa dikatakan itu sebagai penyakit psikologis, wajar gak kalo orang mengidap phobia? Tergantung. Tergantung di tingkat mana efek sampingnya untuk kita, tergantung sejauh mana rasa takut itu.


I think I got that! Selain rasa takut berlebih pada laba-laba dan ondel-ondel, serta rasa jijik berlebih pada kecoa, cacing, karet gelang basah, rambut rontok (terutama kalo basah), dan bihun goreng, gue rasa gue punya satu fobia lain, malu dan berat mengakuinya tapi ya gue akui itu, ada yang denger “Cuma orang bodoh yang gak sadar dia bodoh.” Dan “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu menganggap dirinya bodoh”, gue gak mau jadi bodoh, makanya gue selalu mencari tau sesuatu tentang diri gue, bukan narsistik, gue gak over pede kaya gitu, gue Cuma mau tau “siapa sih gue ini sebenernya? Kenapa gue gini?” dan itu gue cari tau dari sisi psikologi-nya.


Dan gue menemukan rasa takut/cemas gue akan hal ini, gue browsing dan bener aja ada fobianya, dan beberapa mengidap itu, fobia yang cukup banyak di idap di dunia sekarang ini, bahkan gue sampe ikut test online nya dan hasilnya sangat mengecewakan, “Anxiety is very seriously impacting your quality of life. Based on the answer you gave, we would categorize the fear & anxiety you are experiencing as serve. The good news is that with that commitment you will overcome it quickly and completely provided you use the right techniques.”


I didn’t tell what phobia I got, here. Lo tau kan manusia jaman sekarang, apalagi orang Indonesia demen banget nge-judge dan memandang sebelah mata, “Ih dia kaya gitu”, “Ih ternyata dia gitu loh”, “Ih dia gini” dan ngerasa dirinya paling bener, bagus dan baik.


If in last post I wrote about narcissistic and i thought my close one had that, but now I write about phobia that I guess I suffered. Gue mau ngilangin nih fobia, ada yang bilang “coba aja nanti juga ilang dengan terapi, orang yang takut ketinggian, harus dipaksa ketempat tinggi secara bertahap, nanti juga sembuh”, permasalahannya kecemasan gue ini gak bisa di coba-coba. And the last, I just say “I need help from neutral wise people or professional”.


I don’t ashamed of the fact I got this and I need help. Nobody perfect you know!

20 Juni 2016

It was always you... means narsistic?

It was always you…

Ini bukan kaya lagunya maroon 5, ini cuma sebuah ungkapan yang berarti “selalu kamu, apa-apa kamu, semua tentang kamu!”
Semua orang ingin menjadi pusat perhatian, setidaknya oleh satu orang, tapi apa yang terjadi bila saat kedua orang bertemu, yang mereka bicarakan hanya salah satu pihak? Bosan.

Ilustrasi:
Cowo: gimana hari kamu?
Cewe: tadi di kampus aku gini gini yang, gila cape banget
Cowo: Sama aku juga cape, kantor lg ada masalah
Cewe: iya, tadi di kampus masa temen aku ginigini, trus dosennya gini gini trus tugas aku banyak banget, aduh blablablabla

Atau…

Cewe: yang menurut kamu aku gimana? Cantik gak? Kurus gak?
Cowo: Iya, cantik kok
Cewe: serius kamu? Aku kan blablablabla, aku takut orang mandang aku blablablabla

Saat semua pembicaraan hanya mengacu pada satu subjek dan saat lawan bicara mulai ingin membicarakan dirinya, tidak ada respon apapun, paling banter responnya cuma “oh”, “iya”, dan senyum maksa. Muak!
Dan disaat kemuakan itu berlanjut, apa yang bisa dilakukan hanya pergi menjauh mencari tempat dimana pembicaraan itu gak “it was always you”, tempat dimana orang menanyakan dan memberi respon tulus, dimana orang bilang “bete banget, ada apa?”, “berantem ya apa urusan kerjaan? Udah gak usah dipikirin kan ada kita disini”, “Lo mau apa yang bisa bikin lo seneng”, “udah ikut gue, gak usah bete bete lagi”,  tempat dimana cerita lo dihargai dan didengarkan, disaat kita berbagi satu sama lain, bukan hanya satu orang yang berbagi dan saat kita ingin berbagi justru kekecewaan yang didapat. Itulah mengapa banyak pria yang lebih suka bersama teman-temannya dibandingkan pacarnya, karena apa? Karena wanita sering sekali tidak ingin mendengarkan, apa yang mereka inginkan hanya di dengarkan.
What about me? I don’t tell here.

Disaat para wanita ingin selalu di dengarkan tanpa mendengarkan, disaat para wanita selalu menganggu lelakinya saat bersama teman-temannya, dan saat para wanita selalu complain dengan apa yang dilakukan lelakinya, sekecil apapun itu, “kok kamu pake baju itu sih, norak”, “kok kamu bengong aja sih, bete sama aku?”, “kok kamu berantakan banget sih”, “kok kamu diem aja” dan kok kamu… kok kamu… yang lainnya, saat itulah rasa bosan berubah menjadi kemuakan, iya muak. Seakan kesan pertama saat kalian bertemu dan memutuskan bersama itu sirna, seakan kita tidak lagi diterima selayaknya dulu saat pertama berjumpa, seakan sekarang tidak ada lagi saling menghargai ataupun menerima apa adanya.

Lalu saat lelakimu mulai memalingkan wajahnya dari kamu dan mencari yang lain yang membuatnya bahagia, apa yang kalian lakukan? Marah? Nangis?
Berselingkuh memang suatu pengkhianatan, dan hanya pengecut yang berkhianat, tapi apa semua salah lelakimu? Apa tidak ada peranmu dalam perselingkuhan itu? Coba renungkan!
Dan perselingkuhan itu bukan hanya tentang wanita lain, banyak hal yang bisa dianggap perselingkuhan, saat ia mulai berbohong, saat ia mulai lebih nyaman dengan pergaulannya dibanding denganmu, saat ia mulai tertutup, saat ia mulai menekuni hobby lamanya entah itu video game, otomotif, fotografi atau hanya lebih suka menonton drama serial.

Bergandengan tangan jangan sampai saling menarik. Berpelukan jangan sampai saling menyesakkan. Berciuman jangan sampai saling menyakiti.
The more you grip them, the more it falls away.
Don’t walk behind me, I may not lead. Don’t walk in front of me, I may not follow. Just walk beside me and be my friend.

Egois memang sifat dasar manusia, tapi jika apa yang kalian bahas dan perbincangkan hanya tentang kalian, dan kalian haus akan pujian, itu bukan lagi egois, tapi udah gejala narsistik.
Sekilas gue copas dari mbah google tentang narsistik, ok? Coba sadar diri apa kalian termasuk pengidap narsistik atau enggak, kalo iya coba jangan malu untuk konsultasi atau terapi biar orang di lingkungan kalian gak semakin tersakiti dengan sikap kalian

Gangguan kepribadian narsistik adalah gangguan yang terutama terdiri dari merasa diri penting secara berlebihan (klaim yang berlebihan atas bakat, kepentingan, atau keistimewaan) dalam fantasi pribadi atau perilaku luar, kebutuhan untuk kekaguman terus-menerus dari orang lain, dan kurangnya empati untuk orang lain. Orang tersebut juga memiliki rasa berhak, mengharapkan perlakuan khusus (dan meminta untuk diberikan) dan konsesi lainnya dari orang lain. Paradoksnya, individu dengan gangguan kepribadian narsistik umumnya merasa sangat tidak aman dan rendah diri. (Ronningstan, 1999; Widiger & Bornstein, 2001)
Perasaan mereka akan pemberian gelar atau judul juga duhubungkan dengan keengganan memaafkan orang lain karena merasa diremehkan, dan mereka akan dengan mudah membalas dendam (Exline, Baumeister, et al., 2004) 
Kepribadian narsistik berbagi ciri khusus yang lain dari enggan atau tidak bisa menerima sudut pandang orang lain, untuk melihat lebih dari apa yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri. Selain itu, jika mereka tidak menerima pengesahan atau bantuan dari apa yang mereka inginkan, mereka cenderung menjadi sangat suka mengkritik dan menuntut pembalasan (Rasmussen, 2005). Memang, sebuah studi tentang murid laki-laki dengan tingkat ciri-ciri narsistik yang tinggi menunjukkan bahwa mereka mempunyai kecenderungan yang lebih kuat ke arah kekerasan seksual ketika mereka ditolak oleh target hasrat seksual mereka ketimbang laki-laki dengan tingkat ciri-ciri narsistik yang lebih rendah (Bushman et al., 2003) 
Gejala
  • Membutuhkan pujian dan kekaguman berlebihan
  • Mengambil keuntungan dari orang lain
  • Merasa diri paling penting
  • Enggan atau tidak bisa menerima sudut pandang orang lain
  • Kurangnya empati
  • Berbohong, pada diri sendiri dan orang lain
  • Terobsesi dengan fantasi ketenaran, kekuasaan, atau kecantikan

Ciri kepribadian narsistik
Gangguan kepribadian narsistik adalah pola berulang dari kesombongan, kecongkakan, dan egoisme yang menjauhkan dari pergaulan. Seseorang disebut memiliki gangguan kepribadian narsistik bila memiliki sedikitnya 5 dari 9 tanda berikut:
  • Melebih-lebihkan prestasi dan bakatnya, merasa dirinya seorang yang hebat.
  • Selalu membutuhkan kekaguman dan pujian orang lain.
  • Berfantasi tentang kesuksesan, kecantikan, kekuasaan, dan ketenaran tanpa batas.
  • Menganggap diri istimewa dan unik sehingga hanya sudi bergaul dengan orang-orang lain yang berstatus tinggi atau berhubungan dengan institusi yang berkelas.
  • Merasa berhak untuk mendapatkan perlakuan istimewa atau orang lain harus selalu mengikuti kemauannya.
  • Mengeksploitasi orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
  • Tidak dapat mengenali atau berempati dengan perasaan dan kebutuhan orang lain.
  • Selalu iri hati dan cemburu dengan kesuksesan dan kepemilikan orang lain.
  • Berperilaku arogan, congkak dan angkuh





jadi kalian hanya egois atau narsis?

25 Mei 2016

little 'girls stuff' things she needs

There’s a boy inside every man no matter how old their age
Pernah denger itu kan? Ya segagah-gagahnya cowok, dia tetap punya sisi kekanak-kanakannya, dia addict main game, dia suka ngumpul sama temen-temen cowoknya dan melakukan hal-hal konyol, dia suka mencoba-coba kaya anak kecil yang kepo, dia manja kepada wanitanya, dia yang ingin tertidur di pangkuan atau pelukan wanitanya dan selalu mendapat sentuhan hangat wanita, persis kaya anak kecil kan?
Sama seperti pria, wanita pun begitu

There’s a little princess inside every mature woman.
Sedewasa-dewasanya wanita, semandiri-mandirinya cewek, dia tetap seorang perempuan. Disatu sisi kita terlihat kuat, mandiri, cuek, berantakan dan boyish, tapi disisilain kita tetap menyukai bunga, coklat, boneka dan fancy things.
Kali ini gue mau ngebahas tentang boneka, sama seperti bunga yang ‘gak guna’ karena cepet layu, mati, kering dan akhirnya jadi sampah, boneka juga cuma jadi pajangan yang gak punya kegunaan apa-apa, bedanya dia gak akan layu, kering, dan menjadi sampah, boneka akan tetap jadi boneka selama elo gak cabik-cabik ngancurin itu. Mereka sama-sama hanya menjadi simbol, bukan tentang apa yang dikasih, tapi siapa yang ngasih, anjaaassss

Skip dulu ya, gue mau ngebahas awal mula kenapa gue bisa dapet boneka.

Gue ulang tahun tanggal 6 Mei kemaren, usia gue 22 gak bisa dibilang tua tapi bukan anak-anak lagi, tapi gue tetep cewek yang pengen adanya kado, surprise, kerabat-kerabat, pesta, kue ulangtahun dan tiup lilin tapi apa daya situasi dan kondisi lagi gak bersahabat, kondisi gue, temen-temen gue dan hari dimana tanggal itu jatuh gak memungkinkan banget, jadi ya terima nasib aja gue kan. 
Saat itu racap gue nanya “Mau kado apa?”, jujur aja gue gak tau, gue bukan tipe orang yang suka minta di beliin, gue lebih suka mendapat pemberian dari orang lain, suka atau gak suka ya akan gue suka karena itu pemberian yang gue dapet tanpa gue minta. Akhirnya gue jawab “mau boneka stich segede orang, pokoknya gede banget” itu jawaban asal bunyi gue, abis gue gak tau mau minta apa, itu juga sebenernya karena gue ngerasa bersalah ngebuang boneka anjing yang super besar*, nanti deh gue ceritain di bawah. 
Dan setelah melewati hari yang super duper membosankan, kado pertama dan yang gue inginkan saat itu adalah NONTON CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR, gue minta itu sebagai kado, karena jujur gue udah gak ngarep apa-apa.Thanks. 
Beberapa hari selanjutnya sohib gue, Yudha ngajak ketemuan dan tumben-tumbenan dia mau nongkrong didaerah kantor gue dan tumben-tumbenan dia ngajak ngopi disalah satu tempat punyanya Chico Jericko dan Rio Dewanto, pas ketemuan disana dia bilang “gue yang traktir, kado gue” ya segelas hot cappuccino menjadi kado kedua gue.Thanks. 
Lagi nongkrong berdua, sohib gue satu lagi, Epen, nyusul ke tempat ngopi itu, tumben dia datang secepet itu biasanya dia paling ngaret, dan dari manusia ini gue dapet kado ketiga gue, sepotong kue red velvet yang manis.Thanks. 
Besoknya sahabat gue, Ditha ngajak nonton AADC2, “gue yang bayar, gue kan mau nyenengin cewek-cewek aku”, ya gue sama Poppy, sahabat gue satu lagi ulangtahunnya emang cuma beda sehari, sayangnya pas nonton dia gak dateng, tapi kita tetep jadi nonton. Kado keempat, tiket nonton.Thanks. 
Udah, selebihnya surprise yang gagal pas abis karaokean tepat seminggu setelah gue ulang tahun, no matter what, thanks for coming and made me mad.ILOVEYOU!
Nah udah nih, sampe kemaren, iya kemaren tanggal 24 Mei (2 minggu lebih setelah ulangtahun gue), gue mendapat sebuah super duper surprise yang telat dan gagal total dari kedua fairy Godparents gue, gak usah gue ceritain kali ya gimana gagalnya, gimana keselnya gue di yang basah kuyup keujanan trus udah masuk mall dengan seenaknya mereka ganti mall, macet, basah, keriput, giliran dihubungin gak ada yang bales, tapi ternyata oh ternyata, jengjeng kado kelima yang sangat pengen buat gue nangis, mereka gak ngasih cincin atau perhiasan atau tas/sepatu branded, mereka juga gak ngasih tiket liburan keluar negeri atau fancy things yang bisa bikin gue nangis, mereka hanya ngasih sebuah boneka stich ukuran sedang, trus apanya yang istimewa?Pertama, gue sangat menyukai stich, alasan kenapa gue suka stich bakal gue bahas kapan-kapan di postingan gue selanjutnya. Kedua, walau mereka melihat gue cuek, jutek, bodo amatan, gak keurus, boyish dan lain sebagainya gue tetep cewek dan mereka bisa melihat itu, seakan mereka ngomong “yes you’re still our little girl”. Ketiga, they treat me like princess! walau udah berminggu-minggu mereka tetep inget, mereka tetep mau ngasih sesuatu yang special dan mereka tetep mau ngebahagiain gue. Dan terakhir, karena itu boneka dan dikasih pula.

Oke cukup intro nya ya, ini intinya…

gue bukan cewek yang girly yang menyukai girly things, tapi gue tetep cewek, gue luluh dengan perlakuan khusus dan perhatian tulus orang-orang, gue merasa bangga saat mereka memberikan bunga ke gue walau gue gak tau mau gue apain bunga-bunga itu pas udah layu, gue terenyuh mereka yang majang foto gue di social medianya, gue suka sesuatu yang imut dan lucu, gue suka boneka.
Sama kaya pertama gue dapet bunga dari orang special itu di umur gue yang ke 19, gue dapet boneka pemberian orang (bukan boneka hasil dapet di timezone atau dapet undian) itu di umur 17 tahun, Bandy Christmas nama bonekanya, boneka beruang pink yang lucu dan menggemaskan, gak perlu gue jabarin kan darimana nama itu berasal, yang pasti itu dateng pas Christmas dan pemberian dari … ya udahlah ya, boneka yang selalu ada di samping tempat tidur gue, yang selalu gue pelukin saat tidur, saat kangen orang itu dan gue banting-banting waktu kita lagi berantem. Tapi saat baksos beberapa tahun lalu, itu boneka pertama yang mau gue sumbangin, loh kenapa? Katanya suka? Iya suka, tapi setiap ngeliat boneka itu, memori kenangan-kenangan manis dan bahagia bersama orang itu tergulir gitu aja walau saat itu gue udah punya racap baru dan lagi kasmaran, tapi tetep aja itu ngeganggu setiap ngeliat boneka itu masih ada di lemari (pas sutup sama yang ngasih, bonekanya langsung gue taro lemari), dan gue memutuskan membuangnya, biar aja anak-anak kecil di panti bisa jauh lebih bahagia dengan boneka itu, biar boneka itu jadi sumber kebahagiaan mereka, sama kaya gue dulu.


Dan di ulang tahun gue ke 18, ini yang paling sweet sebenernya, pas gue pulang tengah malem abis di surprisin racap, jengjeng boneka segede orang nengger di depan kamar gue, waw baru kali ini gue dikasih boneka segede itu, akhirnya gue ngasih nama Snoopy Birthday. Snoopy bukan dari orang istimewa, bahkan gue gak kenal-kenal banget, wong temen aja bukan kok walau gue sangat kagum dengan inisiatif dan tekat orang itu, beli, bawa boneka segede itu di motor (udah tangky, gigi, sport, kecil lagi), nenteng nenteng boneka (cowok kan tengsinan), dan akhirnya naro di depan kamar gue (iya dia punya akses buat masuk saat itu karena dia tetangga yang doyan makan tidur dirumah gue). Seminggu boneka itu gue pelukin, gue tidurin, gue maenin sumpah gue seneng banget sama boneka itu, banget! Tapi setelah itu gue masukin lemari, gue merasa gak enak hati meluk-meluk boneka pemberian cowok lain padahal saat itu gue udah punya racap, dengan berat hati gue masukin boneka itu ke lemari dan akhirnya memberikan kepada mereka yang lebih bisa menghargainya, bermain bersamanya dan menciptakan kenangan manis bersamanya, seakan gue gak mau nyiptain memori indah dengan boneka itu, iya kan boneka mencerminkan pemiliknya. Entah itu kesalahan apa bukan tapi gue merasa kehilangan banget banget banget.
Dan gue gak punya boneka lagi…
Dan gue bĂȘte…
Dan gue kzl…

Semua boneka gue dulu itu hasil minta, dikasih hadiah timezone, bonusan abis beli barang elektronik, hasil ngambil dari mobil orang. Gak ada yang pure dikasih, makanya gue kasihin ke orang lain lagi, karena gak ada memori yang membekas, kalo gak ‘masa nya udah lewat’ ya bukan dari orang yang special.
Dan di usia 22, gue kembali dapet boneka, dan karena ini dari Fridia dan Ellen, dua jagoan dan andalan gue, sangat kecil kemungkinan itu akan berakhir sama seperti Snoopy dan Bandy, karena kita gak akan sutup. Serasa dimanjain, diperlakukan seperti putri kecil dan dilihat seperti seoran wanita seutuhnya, kado yang ‘gak berguna’ itu bener-bener menyentuh.
Dan nama boneka gue kali ini Sticko Anjing, sebenernya gue pengen ngasih nama Sticko Birthday karena itu dapet pas gue ulang tahun dan itu boneka Stich dari KO (Kita Oke nama geng yang cuma berisi 3 orang kalo satu HP-nya error, group cuma kaya personal chat), tapi atas permintaan Ellen yang sangat disusahkan dan diribetin maap yak, ya namanya Anjing, biar enang manggilnya katanya “eh mana tuh si anjing”. Thanksalot! ThatsWhyILoveYouALotGirls!

Jadi itulah kenapa gue suka boneka pemberian orang tanpa diminta dan bukan bonusan/hadiah undian. Seakan itu jimat perantara antara si pemberi dan penerima, cara si pemberi itu mendapatkan dan memberikan boneka itu, dan semua memori manis dan kenangan bahagia didalamnya.

Dan terlepas dari itu boneka, tiket nonton, segelas kopi, sepotong kue dan waktu kehadiran. Terlepas dari itu semua, gue menghargai sekecil, se’tidak-berguna’nya dan se’sebentar’ apapun itu, apapun pemberiannya terima kasih! Makasih Raymond, Yudha, Epen, Ditha, Poppy, Ellen dan Fridia, ‘The Little Things I Need to  make me happy’ for me, little things every girl needs, little things but big impact
Terima kasih sudah menjadi kunang-kunang, yang walau kecil tapi tetap memberikan cahaya di Mei yang begitu kelam seperti malam gelap gulita.


MAKASIH BANYAK LOH!

24 Mei 2016

Ngopi Yuk...

You were my milk. Now I drink tea  
You were my tea. Now I drink coffee.


Jaman gue lahir sampe SD gue paling males makan, main course gue cuma susu.
Pagi pas bangun tidur minum susu...
Pulang sekolah minum susu...
Sore bangun tidur siang minum susu...
Malem mau tidur minum susu...

Seiring pertumbuhan gue menghentikan minum susu dan mengganti dengan teh, entah kenapa gue suka banget sama teh.

Pagi bangun tidur minum teh...
Siang pas makan siang jajan teh kemasan...
Sore minum teh anget...
Setiap jajan dan makan minumnya teh...
Teh udah kaya pengganti air putih...

Sampe sekarang gue suka teh tapi gue jauh lebih menikmati dan mencintai kopi, kenapa? Mungkin turunan, nyokap bokap gue tukang ngopi banget, mungkin dulu mereka ketemu atau nge-date di coffee shop kali ya.
Atau karena pertumbuhan gue juga yang merasa teh tidak senikmat dulu lagi, atau yang gue butuhkan bukan lagi manisnya teh dan hangatnya warna kecoklatan itu.

Pagi kalo ngantuk banget kurang tidur minum kopi tubruk...
Siang abis makan kalo ngantuk minum kopi kemasan...
Kalo nyantai minum kopi...
Kalo lagi ada duit, nongkrong di coffee shop...

Gue penikmat kopi. Gue sangat menyukai kopi tanpa gula, creamer atau susu is better than sugar, mungkin karena gue terlalu meresapi kata-kata “tidak usah memaniskan sesuatu yang ditakdirkan pahit”, sebisa mungkin gue ketemu kopi pahit itu tapi gak rutin kaya susu atau teh di jaman gue dulu, semua ada kata kalo, iya kalo doing, situasional tapi situasi juga bisa di kondisikan kan? *tetep ye

Entah kenapa hampir semua orang menyukai kopi, gue yakin itu.
Ada yang suka kopi panas...
Ada yang suka kopi dingin...
Ada yang suka kopi susu...
Ada yang suka kopi hitam...
Ada yang suka kopi ala ala...
ya kan????
Tapi mau dibuat sesempurna apapun, kopi tetaplah kopi yang punya sisi pahit yang tidak mungkin kamu sembunyikan
Sama seperti manusia yang juga memunyai sisi kelam, pahit, hitam dan memilukan yang tidak mungkin kamu sembunyikan seumur hidupmu.

Dan tulisan ngawur gak jelas ini di sponsori oleh dua kaleng nescafe original di depan mata gue yang abis sekali teguk bukan di seruput (entah cinta banget sama kopi atau aus gara-gara galon air dikantor gue abs dan belum diganti).
Kopi yang membuat gue membuka mata dan pikiran gue. Kopi yang membuat gue turn on dan semangat kerja, kopi yang membuat persahabatan semain erat dan suasa nyaman. Jadi kayanya selain cinta yang kurang di dunia ini, gue rasa orang-orang di dunia ini juga kurang ngopi, mending ngopi dulu sanah! KUY.

If a muslim, a jew, a Christian, a pagan, and an atehist all walk into a coffee shop…And they talk, laugh, drink coffee, and become a good friend. It’s not a joke. It’s what happen when you’re not an asshole


Dan kopi menyatukan kita, menjadikan kita diri kita, menyiratkan pribadi kita.
Kopi juga mengajarkan kita bahwa didalam kepahitan hidup pun, kita masih bisa menikmatinya dengan senyum yang hangat
Dan
Aku ingin seperti kopi, yang tetap dicintai walau dengan kepahitannya





NB: gue gatau apa yang gue tulis, kurang ngopi kayanya gue, (atau kelebihan kopi?)

Bodo amat
Random gila
Ngopi yuk….

19 Mei 2016

Aku Mulai Enggan Berbicara Apa-Apa

Iskandar Yusuf

Rasa cemburumu bagai pencuri yang menyembunyikan diri
dalam kegegelapan
mengapa kau menyibukkan diri dan menghitung asumsi semu
...
Aku mengerti bayangan tubuhku kau simpan dalam kerinduanmu
namun kau tidak mengerti
mengapa bayangan tubuhmu mengikat jiwa merdekaku
...
Jangan kau batasi kebebasan jiwaku di balik pagar istanamu
aku bukan pecundang!
jangan kau ancam aku oleh rintihan sesakmu
aku bukan penipu!
aku bukan pengkhianat yang berjalan diatas altar suci
aku adalah jiwa menderita yang menemukan kedamaian
dalam kesendirian
...
Bidadari-ku
aku mulai enggan berbicara tentang apa-apa!





12 Mei 2016

Caption

Alohaaaaaaa.........
Lama tidak bersua (gitu terus ya awalan blog gue), mau dengerin keluhan gue kali ini gak?
Bener ya Jakarta Keras, Hidup itu Perjuangan bosss....

jadi gini ceritanya.......

Liburan gagal padahal udah di depan mata (udah sampe Jepara mau nyebrang ke Karimun tapi gak bisa), ngeliat temen-temen liburan tapi elo gak bisa ikut, ulang tahun sepi tanpa kado, kue, surprise ataupun kedatengan temen-temen yang rame (kaya 5 tahun terakhir), gaji sebulan udah abis total padahal gajian masih 2 minggu lagi (entah boros buat apa padahal belum belanja 2 bulan), ketilang, HP (baru beli 2 bulan) jatoh sampe layarnya retak dan gak bisa claim garansi ataupun asuransi karna pas pertama beli gak ditawarin trus gak tau juga, ketemu artis idola eh fotonya ngeblur parah, mau ‘minum-minum’ eh tiba-tiba ‘dapet’ di H-2 yang berarti gak bisa konsumsi alcohol dulu. kurang apes apa lagi coba?

Kalo dipikir-pikir emang ini waktu yang tepat buat ngeluh, ngerengek dan kecewa, so do I, sampai kecewanya gue sampe gue ngambek, tapi gue bingung mau ngambek sama siapa, namanya manusia kan gak mau disalahin, akhirnya gue ngambek, I blame my Father in Heaven, gue sampe gak mau ke gereja pas peringatan Kenaikan Isa Almasih, gue lebih milih keluar masuk bioskop, ngantri panjang-panjang buat nonton Captain America (dan keabisan tiket di semua bioskop hari itu, sial gak tuh, emang gak boleh nonton hari itu kali ya). Gue sampe cuma bisa mohon ditengah ke-ngambek-an gue itu “Ya Tuhan, kalo emang lagi di uji di semua hal duniawi, paling enggak tolong jadiin interview ini kado terindah di bulan ini” (ya, gue dapet panggilan interview di kantor yang ternama, lolos di psikotest tinggal tunggu hasil apa lanjut ke user atau gagal).
Udah hampir seminggu gue masih nyimpen beban di hati, mungkin gue keliatannya tetep ketawa, senyum sambil bilang “yaudah mau diapain lagi, jalanin aja”, becanda bego-begoan padahal mah ngenes, bukannya drama ya tapi udah ampir seminggu ini walau gue pulang malem terus entah ngeluyur kemana, sampe rumah gue gak bisa tidur sampe jam 3an, insom gue kambuh dan yang bisa gue lakuin cuma nangis sambil ngeratap “kok gini banget ya idup gue”, “kok gini banget ya bulan yang gue tunggu-tunggu”, “kok gini banget ya pembukaan usia baru gue”.

Sampe hari ini, seperti biasa gue dateng telat (udah kebiasaan dari jaman es dulu) ke kantor dengan penuh kemageran, sampe kantor gue cuma buka laptop trus cek sosmed, dan disitulah gue nemu foto di instagram dari seorang atlet basket cewek favorite gue, Helena Tumbelaka, dia juga senior gue dikampus, gue kagum sama dia dari jaman 1 SMA, walau kita beda sekolah tapi kita satu pelatih basket, kekaguman gue bukan cuma karena dia jago (banget) basket, tapi dia juga cantik (gue aja yang cewek bilang dia cantik), pinter, jago main alat musik (setau gue dia bisa main gitar, piano, drum sama harpa), sering pelayanan di gereja, dan anak Tuhan banget banget banget, pokoknya idupnya dia kayanya lempeng-lempeng aja, ditambah adenya ganteng banget (ini nilai plus, lo tau kan mata gue gak bisa liat yang 'greget' dikit).
Balik lagi ke postingan dia di Instagram, dia baru wisuda kemaren dan wajar upload foto wisudaan kan (gue sampe h+7 masih upload tentang wisudaan sangking bangganya), dan captionnya dia begini:

ABOVE AND BEYOND
Berjalan bersama Tuhan bukan berarti jalannya selalu muda, tapi disaat terasa sangat sulit pasti akan diberikan kekuatan utuk melewati serta ada jalan yang dibukakan. Satu yang pasti bahwa kita tidak akan dibiarkan sendirian, Tuhan menyertai.
Kita harus punya goal didalam hidup kita sehingga kita tau arah tujuan hidup kita kemana, yang penting selalu menyertakan Tuhan di dalam setiap kegiatan kita. Buat aku, salah satu goal yang ditunggu2 akhirnya datang juga. Kebanggaan yang luar biasa untuk aku secara pribadi dan pasti untuk kedua orangtua aku.
Setelah melewati lika-liku perkuliahan S1 dari kampus ke kampus, desain ke manajemen, kuliah ke basket-basket ke kuliah, pelatih a ke b, tim a ke b, pendapat banyak orang yang bikin up&down, dsb. Dan Yes, akhirnya lulus jadi sarjana!
Buat aku ini bukan sekedar lulus sarjana dan wisuda biasa, tapi ini adalah favor of God! Anugrah yang luar biasa yang sudah Tuhan berikan buat aku sampai aku bisa melewati ini semua, dan selalu diberikan hal yang diluar dugaan yang melebihi apa yang kita pikirkan.
Rest and believe! Percayakan Tuhan atas setiap rencana kamu. God’s timing will always be perfect. Disaat kita ada perasaan “tau gitu kan…..”, kita harus mengubah mindset kita “have faith, believe and have some rest” karena Tuhan pasti selalu ada bersama dengan kita. Do our part with our best effort and God will do the rest!
Karena disaat aku mempercayakan hidupku kepada Tuhan Yesus, satu hal yang pasti dan kupercaya adalah “SURELY GOODNESS AND MERCY SHALL FOLLOW ME.”. Jadi aku mau mempersembahkan title pertamaku kepada Bapaku disurha dan kedua orangtuaku papa dan mama yang sellau mendukung aku dalam setiap langkah yang aku ambil.
Thankyou Jesus for everything
Never lose hope! Keep believing
 
#wearechosenandbeloved

Jleb!!! badan udah kaya ditampar bolak balik sama Mike Tyson, di pukulin sama Jason Statham, di banting Ade Rai, ancur deh, perasaan juga sama ancurnya kaya ngeliat Adam Levine nikah dan udah mau punya anak dari Behati, Kaya Cinta yang ditinggal 14 tahun lalu sama Rangga dan diputusin 9 tahun lalu tanpa penjelasan. ya pokoknya heartbreak banget deh.
Ada poin poin yang bikin gue merenung seharian dikantor apalagi pas santai sore di balkon lantai 4, tempat favorite gue. nih....
·      Berjalan bersama Tuhan bukan berarti jalannya selalu muda, tapi disaat terasa sangat sulit pasti akan diberikan kekuatan utuk melewati serta ada jalan yang dibukakan. Satu yang pasti bahwa kita tidak akan dibiarkan sendirian, Tuhan menyertai.
·      yang penting selalu menyertakan Tuhan di dalam setiap kegiatan kita.
·      Rest and believe! Percayakan Tuhan atas setiap rencana kamu. God’s timing will always be perfect. Disaat kita ada perasaan “tau gitu kan…..”, kita harus mengubah mindset kita “have faith, believe and have some rest” karena Tuhan pasti selalu ada bersama dengan kita. Do our part with our best effort and God will do the rest!
·      Karena disaat aku mempercayakan hidupku kepada Tuhan Yesus, satu hal yang pasti dan kupercaya adalah “SURELY GOODNESS AND MERCY SHALL FOLLOW ME.”.
·      Never lose hope! Keep believing
·      We are chosen and beloved

Gue langsung blame myself atas semua kejadian yang gue alamin bulan ini, “ditambah umur, ditambah juga kalo kedewasaannya, ya lewat kejadian-kejadian ini”, “kurang amal kayanya deh gue, kebanyakan nyenengin diri sendiri”, “udah mulai songong kali ya gue makanya ditegur kaya gini”, “ditegur karna makin egois kali ya?”, “gue kurang melibatkan Tuhan di setiap rencana gue”, “gue terlalu duniawi apa ya?”, “gue udah terlalu sombong untuk berdiri sendiri tanpa menyerahkan diri ke Tuhan kali ya?” ya pokoknya pikiran-pikiran seperti itulah yang lewat di benak gue. Dan seketika itu juga beban di hati gue, rasa kecewa dan ngambek itu ilang, berubah jadi rasa bersalah dan minta maaf karna kekanan-kanakan gue yang ngambek. Gue mulai mencoba bersyukur di hal-hal kecil yang gue terima, gue berterima kasih walau gagal liburan masih dikasih selamat sampai rumah dan sehat walafiat, gue dikasih kesempatan interview di perusahaanyang bonafit (sisanya gue serahkan ke Tuhan aja, gue udah melakukan semampu gue), gue dikasih temen yang mau ngasih kado sederhana tapi membahagiakan (waktu, obralan seru, secangkir kopi nikmat, sepotong red velvet cake, sebuah tiket nonton, dan candaan seru). Dan kalo masalah tilang dan HP jatoh, anggap aja karma, karna gue sering ngecengin cowok gue yang cukup hobi ditilang, dan ngatain temen-temen gue yang HP nya retak-retak,”Hey guys, Sorry ya doa kalian terkabul, gue ngerasain di posisi kalian

Dan mungkin gue yang sekarang ‘sombong-karena-merasa-bisa-berdiri-dikaki-sendiri-tanpa-melibatkan-Tuhan-dan-restu-orangtua-disetiap-rencana-hidup-gue’ bakal mencoba berserah diri dan menjadi gue yang dulu, ega yang ‘punya-rencana-hidup-tapi-tetep-berserah-diri-dan-bermoto-let-it-flow-karena-rencana-Tuhan-pasti-lebih-indah-dari-rencana-kita’ dan berusaha untuk mengurangi keduniawi-duniawian, dan intinya lebih berserah, ambisi boleh tapi tetep melibatkan Tuhan di rencana-rencana kita, punya harapan itu harus tapi jangan terlalu tinggi berekspektasi.



Thanks to Helena Tumbelaka’s caption J