Postingan

Dark Side of Taurean

No matter what they are, or who. either they are boys or girls, or even just a stuff like cars, computers, games, electric cigarette , action figure, sports, hobbies, social media, alcohol or even food. If they steal whats mine, they turns become my enemy .  Steal means, steal my position like become priority.  But, I know the subject and objects.  I will blame the subject, but still I can eliminate the objects if necessary, like the subject defend them than me , or when it become too far, I can eliminate the subject, too . or both of you. -The dark side of Taurean combination of stubborn, dominant and possessive when you annoy a calm Bull. It will be different if I still be priority, you let me in and be honest. Believe me, it will be quite beautiful balance . you can do whatever you want, and my dark side doesn't come out,  and we will enjoying together .
Jakarta, 5 September 2018 Bisakah kita menjaga jika sudah tidak ada rasa? Bisakah kita bercerita jika sudah tidak ada cinta? Karna bercinta pun tidak harus dengan cinta Akankah kita terluka jika sudah tidak ada suka? Akankah kita tersakiti jika sudah tidak ada peduli? Lalu mengapa mengasihi sesuatu yang sudah usai? Lalu mengapa kembali jika sudah memutuskan pergi? Jika berpisah adalah jalan, Kembali bukan pilihan Jika masih ingin bersama, mengapa harus berpisah? Jika memang ingin berpisah, mengapa masih bersama? Karena sejujurnya, rasa tak akan pernah padam. Ia hanya karam dan tenggelam. Dan kadang yang sudah pudar Kembali ke permukaan dengan sapaan “apa kabar?” Hidup kadang selucu itu… Kembali ke permukaan bukan berarti kembali mengarungi bersama, Kadang hanya memori yang kembali hangat membara. Karena kami adalah manusia. Selayaknya kami mencintai Tuhan, namun tetap melakukan dosa Kami pun mungkin akan mendua, walau tetap me...

Love or Drugs?

We think we love something, but we didn’t. We just drunk and addicted to the objects. If love produce a dopamine, which is a chemical helps regulate movement, attention, learning and emotional responses, the chemical that you can found in cocaine and other drugs. So, we can said love is drugs too. When we falling in love (or when we think we falling in love), we can act so emotional and stop thinking rationally, blame dopamine. But, just like the other drugs, we cant ‘high’ all the time, we need more dose for feeling high and drunk again, but when we don’t get it, we dying, we cant control ourselves, cant control our emotion, just like a junkie who don’t get their drugs. Pain, hurt, sick. What we can do just scream, cry and feel so angry.                 I think that’s me. I just realize that he’s my personal drug, and when I cant get my supply, I got crazy. Is it healthy? Just like coffee. I’m ...

Value

Entahlah, hanya pemikiran gue aja atau memang seperti itu. Seiring perkembangan zaman, kita di fasilitasi dan di mudahkan dari segala sisi. Transportasi, komunikasi dan layanan lainnya, pada akhirnya kita jadi effortless dan pemalas. Dulu, jaman gue puber which is pas gue SMP sekitar tahun 2005-2008 itu perkembangan teknologi baru bermunculan. Beberapa temen gue belum punya HP, HP paling keren itu ya HP dengan kamera resolusi rendah dan speaker HP yg sember, mentok-mentok buat maen game uler. Dulu, pas gue lagi PDKT sama cowok, tau alamat email aja udah seneng banget. Kita saling bertuker kabar dengan SMS, iya satu kali kirim SMS itu 100-300 perak, mahal. Dan cuma pacaran sama orang tajir yang bisa telfonan apalagi sampe 30 menit, semua serba mahal. Kalo mau murah, ya ke wartel atau janjian online jam berapa gitu via yahoo messenger trus kita sama-sama ke warnet. Semua butuh effort, effort buat saling komunikasi, selain ketepatan waktu online, uang pun jadi salah satu poinnya, ki...

My Karma?

2015, Gue berusia belum genap 21 tahun, saat itu gue sedang menyusun skripsi gue. Sembari menyusun skripsi, rasa bosan dan tekanan dari sang pacar membuat gue jadi mahasiswa tingkat akhir yang sudah tidak ada kelas dan sudah bekerja, ya gue bekerja agar tidak dianggap remeh, maklum saja sang pacar sudah memasuki dunia kerja dan mungkin saat itu dia sedang mengalami quarter life crisis . Saat itu, sebelum gue memulai masuk dunia kerja, gue muak banget, dia marahin gue karna gue bangun diatas jam 1 siang dan tidur setelah jam 5 pagi, dunia gue dan dia benar-benar berbeda karena dia dipaksa bangun jam 5 pagi dan tidur jam 10 malam. Saat itu gue sama sekali gak ngerti kenapa dia marah-marah. Sekarang gue ngerti, dia cuma mau ditemenin, dia cuma mau gue sepenanggungan sama dia, sama-sama merasakan tai nya kehidupan, sama-sama bangun pagi, melawan macet dan kembali kerumah setelah ngantor. Sementara gue, keluar rumah sore, nongkrong sampe malem, subuh-subuh baru ngerjain skripsi sambil...

Luka Lama

Masih segar di ingatan walau sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu. Dua kata yang tidak disengaja yang keluar karena keadaan marah, pernahkah kalian mendengar pernyataan: 1. Perkataan orang marah adalah yang paling jujur. 2. Kadang kita menutupi perkataan paling jujur kita dibalik kata “bercanda gue” Apakah memang gue seperti itu? Pecun karena dianggap bodoh dan tidak logis. Binal karena tertawa dan minum bersama lelaki. setidaknya itulah kesimpulan yang gue dapet Padahal menggoda saja tidak, striptease pun tidak, bugil pun tidak, dibayar karena melakukan hubungan intim yang terpaksa pun tidak. Lalu apa definisi pecun dan binal? Apa karena seorang wanita memakai hot pants dan tank top , minum alcohol dan tertawa dengan lelaki, pulang malam dan merokok lalu wanita itu adalah wanita binal dan pecun? Sepertinya stereotype itu sudah mendarahdaging, tidak peduli seberapa dekat kita dengan pribadi lain, judgement  terhadap cover akan selalu ada, hany...

Quarter Life Crisis

Sekarang lagi nge-trend sebutan Quarter Life Crisis , apa sih quarter life crisis itu? Ya sesuai namanya krisis kehidupan di usia 25 tahunan, kenapa 25 tahun? Ya quarter atau seperempat, kan seperempatnya dari 100 ya 25. Nah trus krisis apa sih yang dialami usia 25 tahun? Biasanya di usia 25 tahun adalah usia kita dianggap totally dewasa, saat kita dewasa ya kita punya tanggung jawab, nah tanggung jawab ini yang bikin kita khawatir. Biasanya kekhawatiran kita diawali dengan pertanyaan “Kita udah ngapain aja sih selama 25 tahun ini? Pencapaian apa yang udah kita raih? Kita mau ngapain lagi?” Dan untuk mencari jawaban yang gak pasti (karna hidup real bukan seperti matematika yang 1 + 1 udah pasti 2), kita akhirnya membandingkan diri dengan orang lain. Si A udah jadi manager, si B udah buka usaha sendiri, si C udah lulus S2, si D udah punya rumah, si E udah married, si F udah punya anak 2, si G udah keliling dunia , dan lain sebagainya, akhirnya kita setres sendiri. S...