16 Februari 2015

Valentine's day

Happy Valentine guys…

Pas banget bukan valentine kali ini jatuh di hari Sabtu, it means malem minggu. Gimana valentine kalian? Romantic kah, sweet kah, mewah kah, sederhana kah, sekalian anniversary kah? Banyak loh, ada beberapa temen gue yang valentine kemarin merupakan 1st year anniversary nya, wow! Atau kalian berdalih tidak merayakan karna bingung merayakan dengan siapa, hahaha. Valentine gak harus sama pacar loh. Temen gue contohnya, mereka merayakan malam valentine hanya dengan makan es buah rame-rame, dan cowok semua, what a sweet moment kan.
Gue salah satu orang yang suka merayakan hari-hari penting just like valentine, mother’s day, father’s day, birthday, anniversary, or ladies night maybe #eh.
Saat mother’s day dulu gue belikan nyokap bunga, sampai gue liat bunga itu dibuang dan gue gak pernah beliin bunga lagi. Gue beliin cup cakes, dan gak dimakan. Gue bukan tipe pendendam tapi gue cewek normal yang suka mengingat-ngingat moment, dan itu moment yang cukup menyakitkan dan bakal gue inget terus.
Saat valentine, gue selalu nabung untuk beliin nyokap, kakak dan sabahat gue coklat edisi valentine, sampai hanya gue yang ngasih dan gak ada seorang pun yang balik ngasih. Padahal seperti yang kita tau, apa yang kita perbuat untuk seseorang, kita berharap orang itu membalas yang serupa, ya kan? Tapi semua bulshit!

Saat itu gue gak pernah merayakan valentine lagi, sampaaaaiiii…

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, saat itu gue kelas 1 SMP, sangat bocah. Saat itu bel istirahat pertama baru bunyi dan kita semua berhamburan ke kantin lewat pinggir lapangan sisi luar, soalnya di sisi dalem lagi rame anak SMA yang mau berangkat live in. saat itu tanggal 13 Februari, belum valentine. Dan saat gue bersama temen temen gue lewat, dari sisi sebrang lapangan, seorang cowok sendirian dating nyamperin dan hamper dilihat oleh seluruh anak SMP dan teman seangkatannya, dia nyamperin gue dan memberikan sekotak kado, bentuknya kaya kotak jam. Salting? Iya, bukan karna gue suka orangnya, Cuma tingkahnya yang buat sorak sorai cie ciean terdengar keras. Satu kaliamat yang kayanya dia sampeein (udah lupa juga sih) “sorry duluan mau live in soalnya”.
Gue bukan ‘the most wanted girl’ di sekolah gue, gue gak famous, gue gak cantik, gue bukan dancer, gue Cuma cewek dekil yang doyan keringet keringetan dibawah matahari buat main basket dengan rok ampir kaya anak madrasah padahal yang lain berlomba-lomba buat diatas lutut. I’m nothing, but that moment makes me feel something. Dan lo bertanya, apa dia jadi pacar gue? Enggak. Kenapa? I don’t know, dia bikin gue merasa special, tapi gak klik aja pas lagi bareng dia, lagi pula tau apa anak kelas 1 SMP tentang berpacaran? Just status, no more.


Setelah itu barulah gue merasa valentine valentine selanjutnya gak sebasi dulu. Tahun selanjutnya, saat gue menjabat OSIS, kita membuat acara ‘Secret Admirer’s Day’, semua secret admirer bisa menaruh surat cintanya di kardus di depan ruang piket, dan nama-nama yang mendapat surat dan coklat diumumkan di papan pengunguman dan diharpakan mengambilnya saat pulang sekolah. Dan walaupun hanya satu, tapi I got it, gatau dari siapa yang pasti adik kelas, dan setelah usut punya usut adalah sahabatnya orang yang deket sama gue, what a…

Tahun selanjutnya gak ada coklat ataupun surat, tapiiii someone tell me that he wanna be my boy in cinema and give me a pair of tali sepatu snoppy yang dulu ngehits banget. Even I don’t have a special feeling to him, a special things makes me awkward and blast. Gue memang gampang terbawa suasana, tapi anak kelas 3 SMP saat itu, saat itu gue terlalu sibuk sama PM, les privat, les bimbel, les bahasa inggris. Fuck life lah.

Tahun selanjutnya, tahun senior. Dan you know, itu pertama kalinya gue dikasih boneka dari ade kelas yang emang jadi inceran para kakak kakak kelas. Seneng? Bangeeet! Dua boneka tupai kecil, iya kecil Cuma dari timezone sih tapi that’s sweet. Secara tiba-tiba ada di laci meja kelas gue. Tapi gak lama setelah itu, bonekanya gue kasih ke temen gue, gue taro aja di mobilnya, bukan karna gak suka, tapi gue gak biasa nyimpen pemberian orang yang udah bukan siapa siapa gue.

Tahun selanjutnya gue lupa tapi sepertinya tidak terjadi apa apa makanya gue gak inget apa-apa. Yang gue inget di tahun selanjutnya lagi, tahun paling senior yang paling seru. Kita satu kelas tukeran coklat, tapi bukan sembarang coklat atau coklat coklat mahal, kita harus bersusah payah nyari coklat ayam, coklat payung, coklat koin, coki coki, superman dan coklat-coklat peninggalan jaman SD dulu. Wow. Disini kebersamaan kerasa banget nget nget nget!

Masuklah gue ke dunia perkuliahan, dan saat itu kalo gak salah jatuh di hari minggu, saat itu gue lagi makan sekeluarga di Pizza Hut, dan tiba-tiba dia dateng dengan seplastik boneka beruang pink yang cukup besar dan memberikan itu. Malu? Iya. Seneng? Banget! (saat itu). Semua mata tertuju ke gue, ada yang senyum semeringah, ada tatapan iri, dan bagi cewe, tatapan iri dari orang lain itu hal yang sangat wah makanya banyak orang yang mesra mesraan di depan orang lain hanya untuk terlihat bahagia dan membuat iri orang lain, itulah cewek.
Kalo kalian nanya kemana boneka itu? Udah disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan, gue gak butuh lagi, bukan gak butuh bonekanya tapi gak butuh kalo ‘dia’ yang ngasih.


Dan masuklah pada valentine 2014, valentine pertama bersama orang yang paling berarti banget. Bagaimana kesannya? Dunno. No chocolate, no flower, no poem, no cute doll, no romantic dinner, just like this valentine. Tapi, tahun lalu itu termasuk paling sweet yang gue alami. Si dia udah ada janji untuk dateng diacara ‘open house’ sebuah rokok, dan dia pengen banget dateng tapi gue gak mau, soalnya beberapa hari yang lalunya gue dateng disitu bener-bener dikacangin, ampir 3 jam gue ditinggal gitu aja di tempat yang menurut gue asing, dengan tanpa ada satu orang yang gue kenal, disitu gue bener-bener kesel, sebel, gondok, benci banget makanya pas diajak lagi kesana gue gak mau walaupun dia bilang ‘sebentar’ tapi gue gak mau. Dan dengan setengah hati mungkin, ia membatalkan janjinya dan lebih memilih untuk window shopping and simple dinner sama gue. That’s the sweetest thing ever. Membatalkan kesenangannya hanya untuk lo? Berarti lo lebih dari ‘kesenangan’nya. Loveyaboy!

And yesterday. So something new for me, gak romantic, gak puitis tapi I love some words the most. Apa something new nya? Apa some word nya? I don’t speak it now

Intinya cewek akan selalu menjadi cewek dengan ‘girly’ nya seberapa boyish nya dia. So treat them like a princess, so you will treated like a prince. Give them sweet things and she will respect you more.


Trust me, it works!

8 Februari 2015

Some people said, “write down your feeling, let them free” and I write down all my mourn, and they say I’m maudlin and weak.
I write down all of my sarcasm, and they say I’m jerk and bitch. So I ask some people, and they say “If you angry and sad, don’t let your bad words comes out, cause emotion would change but words don’t
so what should I do to express my emotion?
And some people say, “Its better to cry than angry. Tears will clean your heart, but the sarcasm increase the negative” so I start the cryin it loud, and they say I’m a weakest girl.
So what should I do? Always keep it alone till I depressed and lose my mind, and be a drinker or junky who always drunk and addicted to something? Is that you want?
So let me consume my caffeine, my alcohol, my dark chocolate, crying a loud and sleep a lot, and laugh to act like I’m not weak in front of you, all of you jerk






From the deep other side of me

29 Januari 2015

jujur saja

sebelum makan siang,
buka web bank dan lihat lihat suku bunga deposito, itung-itung prakiraan gaji untuk bikin tabungan mapan (masa depan) yang setelah cair dimasukkan ke deposito berjangka.
menghitung tabungan yang akan dipunya pada usia matang, serta properti atau fasilitas apa yang akan sudah dimiliki

setelah makan siang,
mampir ke bazzar di gedung sebelah, gak tahan godaan mata sama baju baju lucu, rok rok unyu, aksesoris aksesoris unik dan jajanan jajanan yang ngotorin gigi doang

jujur saja, kalian pernah seperti itu...

sama seperti hati,
kalian pernah merasakan begitu cinta dan berartinya seseorang hingga kalian bisa melakukan apa saja demi dia
tapi,
setelah kalian tersakiti, dan terjatuh, kalian bisa melanjutkan hidup kalian dan menemukan orang baru yang jauh lebih baik

jujur aja, kalian pernah merasakan itu kan...

selamanya itu terlalu lama,
bukan labil, hanya realistis
bukan tidak stabil, hanya relatif
bukan tidak punya prinsip, hanya fleksible

kita selalu punya pikiran kedepan, walau hanya gambaran kasar atau bayangan bayangan kabur, tapi yang kita hadapi adalah hari ini, saat ini, semua beda.
walau apa yang kita nikmati di masa depan pasti karna hasil yang kita kerjakan saat ini.

saat ada yang bilang wanita itu lemah, iya.
wanita sangat lemah dengan godaan dan rayuan, contohnya jika ia sering di rayu lelaki, pasti akan luluh (kecuali ada yang lebih hebat merayunya), pasti.
sama aja kaya wanita yang di goda pemandangan baju baju, dress dress, sepatu sepatu lucu, 10 menit ia bisa tahan, 30 menit tahan, lebih dari 45 menit mulai ragu, 1 jam aja pasti langsung ngeborong. pasti!
Jujur saja kalian pernah melewati itu 

"semakin lama proses lobbying, semakin manjur" that's the girl's weakness!

26 Januari 2015

reinstall

Am I wrong for saying that I choose another way?
If one thing I know, I'll fall but I'll grow.
Walk to walk and dont look back, always do what you decide, Dont let them control your life, that's just how I feel.
Fight for yours and dont let go, dont let them compare you, no! Dont worry, you're not alone, that's just how we feel.
If you tell me I'm wrong, wrong. I dont wanna be right, right

iya itu lagu, lirik lagu doang.
happy people listen the song, but the sad people understand the lyric

gak, gue gak galau apalagi sedih. gue cuma lagi gak ada kerjaan, menunggu makan siang dan kerjaan dateng setumpuk setelah makan siang, jadi sekarang gue berkarya aja. as you know, I wanna be writer as my side job. dan gue mau cerita tentang kejadian kemaren.

Kemaren gue ketemuan sama sang belahan sel, iya sel aja daripada dibilang belahan pa***t atau belahan te**, iya gue keseeringan berduaan sama dia sampe dibilang lesbi lah, atau kaya bi** lah, kaya te** lah yg kemana mana berdua. tenang, gue gak mau ngomongin belahan disini, intinya gue ketemu dan terjadi accident.
Line kita berdua ke reset, iya ke reset. itu parah banget!
dan kita panik ngebalikin contact, group, sticker dan semuanya yang dulunya ada dan sekarang udah ilang.
kenapa kita, terutama gue berusaha membalikkan semua? soalnya gue gak siap, gak siap contact jadi kosong, gak siap lost contact sama temen-temen lama yang udah jarang ketemu dan keep in touch per moment saja, gue gak siap dengan mem-back up semuanya sebelumnya. tapi apa mau dikata, semuanya udah ilang, terlebih history chat, semua foto-foto di chat room beserta ceritanya ilang begitu saja.
sedih sih, tapi mungkin emang udah jalannya, semua orang pasti akan berada dalam satu titik yang memaksa kita melupakan semua, membuka jalan baru dan menjadi diri yang baru. Enggak, mungkin gak semua, kita masih punya ingatan dan kenangan, tapi hanya sekedar memori yang semakin lama semakin kabur dan akhirnya kita melupakannya apa yang telah terjadi.
selalu, ada satu titik yang 'memaksa' seseorang untuk menjadi 'baru', seperti perubahan status yang tiba-tiba menjadi anak yatim atau piatu, perubahan status dari single menjadi merried, perubahan status dari gadis menjadi ibu. semua terjadi dengan sangat cepat, dan dalam satu hari, tapi pribadi seseorang tidak berubah secepat itu, perlu waktu, waktu untuk memudarkan kenangan dan akhirnya hilang sempurna.
semua sesederhana, laptop tiba-tiba ke install, memory card tiba-tiba ke format, flashdisk penuh dengan foto dari jaman putih biru sampai kuliah semester akhir, penuh tugas, film dan lagu hilang begitu saja. semua kenangan yang 'dipaksa' hilang dan hanya meninggalkan memori di otak manusia yang bisa memudar dengan adanya waktu. dan semuanya lenyap, hilang seperti tidak pernah terjadi.
dan kejadian semalem seperti mengingatkan gue bahwa, today's present so dont look back and keep walking. Semua kejadian terjadi kurang dari satu tahun, seakan-akan (pertengahan) tahun 2014 adalah titik awal seorang gue, entah gue yang seperti apa tapi perlahan lahan gue ngerti, gue harus meninggalkan 'gue' yang lama. mungkin gue yang iya-iya aja, mungkin gue yang terlalu diam dan memendam semuanya sendirian, atau mungkin gue yang dibilang gak punya visi dan gak punya 'api' dalam diri. tapi menjadi apapun itu, semua ada plus dan minus nya.

Intinya, semua orang perlu di format layaknya perangkat-perangkat elektronik, dengan apapun caranya itu.

dan pada akhrinya semua akan menghapus semua kenangan-kenangan nya, melepas beban beban nya, dan telanjang. berjalan kedepan dan meraih helai-helai visi nya, untuk nanti akhrinya dilepaskan kembali, dan meraih yang lain. 
siklus kehidupan.



ini seperti awal tahun 2004, gue dipaksa menyadang status yang menjadikan gue yang baru, perlahan tapi pasti sampai akhirnya gue dipaksa menjadi 'baru' lagi sekarang.

8 Januari 2015

deep conversation... in the night... or midnight...
I always love it...

more than laugh together

6 Januari 2015

little vision

first post at 2015, happy new yeaaaaar...
sebenernya biasa aja sih tahun baruannya, gak meriah, cuma gue ngerasa tahun ini akan menjadi tahun gue banget setelah mati-matian tanpa hasil di 2014, di tahun ini akan membuahkan hasil walau gak gampang juga pastinya.
dan berkah pertama yang gue dapet di tahun 2015 adalah ini, sekarang ini, gue duduk di sebuah kantor di gedung perkantoran di segitiga emas dengan kemeja, rok, heels dan laptop. gue ada di gedung Wisma Mulia, di kantor pusat Telkomsel, wow! bukan gue mau complain ke telkomsel karena paket data bulanan yang mahal atau signal yang sering ilang dirumah gue, bukan. gue disini diutus dari apa itu namanya, CBA atau CIBA entahlah itu, yang pasti itu konsultan business advisor dari KAP Crowe Horwath, salah satu dari big 10 KAP terbaik dunia, wow!
you know, ini kaya sebuah kado, hadiah yang sangat wow, speechless. I feel like I'm ready for this dan gue rasa ini sebuah bantu loncatan yang sangat besar. selain prestige, its also practice for soon.

I always believe, there's a way if you looking for...

mereka yang bilang, "udah nikmatin aja", "gausah buru-burulah", "gak cape apa, enakan juga tidur", yang kadang ngebuat gue ngerasa, separah itu kah gue? tapi gue inget celetukan nyokap dari dulu ke gue, "kamu mah kalo mau ini, ya harus ini" iya, kalo gue mau ya harus, bagaimana pun caranya, walau harus nunggu lama yang penting gue dapet apa yang gue mau, dan ini yang gue mau, magang di KAP yang gue harap bisa lanjut kerja ditempat seperti ini.

when they who mocking at me sleep, I start dream bout my vision
when they start to dream their vision, I start to catch mine
when they start to catch their vision, I start to doing my little vision, my little dream
and I hope,
when they start to doing their vision, I start to enjoy mine and ready for bigger vision


Thanks God for this

30 Desember 2014

silly

kadang kita mengeluh dan marah saat ini, tapi di hari-hari depan mungkin kita akan tertawa tak henti atas tingkah bodoh kita.
perlu diketahui, kali ini gue ngetik cuma pake 5 jari, alias satu tangan soalnya tangan kiri gue kekilir gara-gara jatoh dari motor semalem, jangan tanya kenapa...

mungkin sebagian besar dari kalian mengatakan gue bodoh, gapapa sudah biasa, gue hanya mencari orang yang tidak terlalu keberatan dengan itu, yang ikut melakukan kebodohan bersama dan tertawa bersama, tapi dilain sisi tetap bertanggung jawab. being enjoy and comfort as simple as a laugh together.
gue jatoh, gue luka dan gue bahagia, gue bangga.
bodoh? serah mau bilang apa
gue bahagia udah selamat (of course), gue seneng pernah merasakan jatuh (dan gue sendiri tanpa melukai orang lain), gue bangga bisa melanjutkan perjalanan dan menjalani hari seperti biasa tanpa merepotkan orang lain. just like, punya pengalaman baru, merasakan apa yang anak muda rasain, sesimple itu sih. 
seperti tattoo. sakit, belum tentu bagus, dipandang negatif, tapi setelahnya lo bangga terlepas akan dikecam atau tidak, dan lo punya cerita tentang tattoo lo itu, mungkin artinya atau proses pembuatannya, atau kecamannya.

mereka bilang gue batu, mereka bilang gue gak punya passion, mereka bilang gue gak punya visi, mereka bilang gue hura-hura terus, mereka bilang gue boros.
tapi gue bilang, gue melakukan apa yang gue suka, at least gue gak suka, gue berusaha menyukainya, mencari sisi asik nya atau impact baiknya. gue gak butuh nongkrong minimal gocap buat ketawa. gue pernah cuma mengeluarkan 10ribu dalam 2 hari kita nongkrong, sering juga gue gak keluar sepeser pun. semurah itu untuk bisa kumpul, bercerita dan tertawa

seperti apa yang pernah gue post dulu di bukan cita-cita, cuma keinginan yang diharapkan dan diusahakan menjadi kenyataan, gue cuma mau hidup bahagia, bisa saling berbagi, bermanfaat bagi orang lain (kalo lo gak ada manfaatnya, ngapain lo idup), hidup sederhana penuh cinta lah. maknanya gue mau hidup penuh cinta (life is all about love, but love isn't all about her or him), gak perlu berlimpah materi dan kekuasaan kalo hasilnya hidup dalam kecaman, banya yang benci, gak aman dan gak punya 'temen', yang ada cuma 'anjing-anjing herder' yang bisa bicara. cukup sederhana, makan warteg juga cukup, gak perlu ke rooftop, cukup ke taman aja. cita-cita gue dan selalu ada di otak gue "I'm happy if I do something to make someone smile", makanya orang mau bilang bodoh, bego, diperalat, diperdaya, dimanfaatkan. biarkan...

semua orang di dunia ini punya porsinya masing-masing untuk menjaga keseimbangan, ada yang jadi penjahat, jadi biarawan, jadi misionaris, jadi bad boy or bad girl, jadi good boy or good girl, jadi nerd, jadi paling gaul, jadi menawan, jadi biasanya, jadi jenius, jadi apapun dia, menyebalkan atau tidak, dia sudah punya porsinya sendiri, kita semua diutus untuk menyeimbangkan dunia ini, aiiiih.







A: kenapa dia? dia kan begini begitu
B: gue tau dia begini begitu
A: kenapa gak si ini atau si itu aja, mereka kan jauh lebih baik dari dia
B: gue nyamannya sama dia, gimana dong?

terkadang rasa nyaman mengalahkan akal sehat, yang baik belum tentu baik, yang buruk belum tentu buruk, cukup komit dengan keputusan dan menjaga rasa nyaman itu tetap mengalir. cukup sama-sama menjadi lebih baik