3 Juli 2014

Keep Holding On -Avril Lavigne

You're not alone, together we stand
I'll be by your side you know I'll take your hand
When it gets cold, and it feels like the end
There's no place to go you know I won't give in
No I won't give in 


Keep holding on
'Cause you know we'll make it through
We'll make it through


Just stay strong
'Cause you know I'm here for you
I'm here for you


There's nothing you can say (Nothing you can say)
Nothing you could do (Nothing you could do)
There's no other way when it comes to the truth so


Keep holding on
'Cause you know we'll make it through
We'll make it through

So far away, I wish you were here
Before it's too late this could all disappear
Before the doors close, and it comes to an end
With you by my side I will fight and defend
I'll fight and defend


Keep holding on

'Cause you know we'll make it through

We'll make it through


Hear me when I say when I say "I believe"
Nothing's gonna change nothing's gonna change destiny
Whatever's meant to be will work out perfectly


setia...
setia dengan macetnya jakarta, setia dengan salah satu brand tertentu, setia dengan team favorite, setia dengan idola, setia dengan komunitas, setia pada agama dan Tuhan, serta setia terhadap pasangan hidup.
Apa manfaatnya?
Bisa dibilang setia salah satu pekerjaan yang sia-sia, kecuali pada Tuhan dan agama ya, soalnya imbalan ada setelah kita gak di dunia ini, tapi yang lain, apa feedback nya?
setia itu bodoh...
makanya banyak orang western atau yang terlalu rasional gak mau terikat hubungan atau bisa dibilang "open relationship" alias semacam HTS-an gitu, tak terikat. gak ada yang satu, ada yang lain. ya, namanya juga manusia ketakutan terbesarnya adalah sepi dan sendiri, dan ya namanya juga naluri manusia yang memang diciptakan berpasangan dan saling membutuhkan lawan jenis

banyak orang, seumuran gue atau bahkan yang lebih tua melakukan perselingkuhan, dengan alasan bosen karena sang pasangan sibuk lah, gak ada waktu lah, cuek lah, atau bahkan yang pasangannya emang genit.
cara mereka? selalu ada cara, selalu ada kesempatan, seberapa intens nya pasangan itu ketemu atau tukeran hp bahkan tukeran rumah, selalu ada kesempatan, apalagi yang jarang ketemu, gak tau id dan password, dan komunikasi secukupnya, besar banget kesempatannya

tapi pernah denger kan kata-kata ini "Tamu gak mungkin masuk kalo gak dibukain pintu sama tuan rumah"

semua balik ke diri masing-masing sih, lebih ingin menyenangkan diri sendiri dengan ditemani banyak pasangan namun senang hanya sesaat, atau setia pada satu saja dan yakin akan memperoleh kesenangan dan kebahagian dikemudian hari. memilih merasa untuk tidak pernah kesepian atau menahan kesepian itu demi menjaga kepercayaan.

tinggal pilih deh

kalo gue?
I'll tell everything bout myself, my family, my friends, mu ex, my secret, my girl's secret, my conversation with peoples, BUT if you tell me yours first !
ya gue mah lempeng lempeng aja, lo baik, gue baik, lo berniat busuk, ya itu urusan lo sama Tuhan, gue cuma mau perbanyak pahala gue aja secara hidup gue juga gak terang-terang amat, jadi seenggaknya pahala yang gue dapet buat nambel buduk buduk gue aja, gitu aja kok

intinya sekarang, 
kalo kata mba Avril sih I wish you were here
kalo kata bang Adam sih Never gonna leave this bed
kalo kata gue, MALEM MINGGU LAMA BANGET

sekian ~

1 Juli 2014

don't tell them, show them

20 tahun...
dari dulu gue agak terbebani dengan umur yang udah berkepala dua. gue mulai bingung dengan apa yang harus gue jalani, ada yang bilang harus begini dulu, ada yang bilang selagi bisa 'sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui' kenapa tidak, ada yang bilang jalanin aja dulu, sementara menurut gue apa yang harus gue lakukan adalah menyelesaikan apa yang gue mulai dan mulai hal baru lagi, step by step, bertahap tapiiii...

apa yang orang lain lakukan di umur 20 tahun?
ada yang masih sibuk kuliah, menata kelas agar nilai menanjak, sibuk cuci nilai
ada yang masih main dan melupakan kuliah dan kewajiban kewajiban lain, sibuk menikmati indahnya dunia
ada yang sudah sibuk dengan tugas akhir dan skripsi
ada yang sibuk magang atau kerja sambil kuliah tanpa memperhatikan nilai yang mulai melemah
ada yang sibuk magang atau kerja sambil kuliah tanpa memperhatikan masa waktu kuliah yang ditentukan
ada yang sibuk kerja tanpa memperdulikan dunia perkuliahan
ada yang luntang lantung sibuk dengan dunianya sendiri
ada yang sibuk menghamburkan materi orang tuanya
ada yang sibuk meniti masa depan hingga lupa dengan lingkungan sosialnya

dan apa yang gue lakukan di umur 20 tahun?
kuliah di tingkat akhir dan belum bisa skripsi karena ketidaktahuan dan kemalasan dimasa lalu
main dengan teman-teman dengan dana seminimal mungkin
meniti masa depan dengan pelatihan pelatihan penunjang sebagai bekal masuk dunia kerja
menjaga kestabilan nilai dan mencoba meningkatkannya walau susah banget
dan mulai mencari magang demi pengalaman di CV dan menciptakan uang dari diri sendiri, tapi gak dapet-dapet.

kalah? untuk saat ini, mungkin. banyak diluar sana yang seusia gue jauh lebih berhasil, dan yang menyakitkan adalah PERBANDINGAN dari salah satu orang terdekat.
dari jaman SD, selalu ada pihak yang membanding bandingkan, "tuh kaya dia dong", "dia aja bisa, kalah kamu" or whatever sampai satu kali kata-kata itu keluar "dia aja yang jadi anak mama, lebih ngebanggain kan", dan sejak saat itu tidak ada banding membandingkan (di depan gue), tapi dari yang gue amati, ia selalu membicarakan dan membanggakan 'yang satu' dan menggagap gue sangat biasa sehingga tidak ada yang bisa ia banggakan di depan kerabat dan kenalan.
semakin dewasa, semakin bisa menentukan sikap, dan ini sikap gue hingga barusan ada sedikit obrolan 'serius' setelah obrolan-obrolan ringan.
M : mau sampe kapan kamu mau diem-dieman?
G : aku sih biasa aja, dia yang mulai dia yang selesain
M : dia kan udah mulai baik sama kamu walau gak langsung
G : secara gak langsung juga aku gak ada masalah apa-apa, ya pokoknya awalnya dia yang nyari masalah, dia juga yang harus selesain masalah, dia yang diem ya aku diem
M : kalo dia udah mulai biasa kaya dulu, kamu juga bisa kaya dulu?
G : gatau

dan kemudian terhening dan lagi-lagi pembicaraan yang udah canggung ini berlanjut
M : kamu gak jadi magang?
G : ya gatau, nyari magang lebih susah dari kerja, gak semua buka magang
M : iya tau, yaudah kerja aja, si biiip aja dulu kuliah sambil kerja kan
G : tar nilai aku turun drastis, salah lagi. tar kalo aku mau ikut SP, salah lagi. tar kalo aku sakit kecapean kuliah kerja, salah lagi
M : ya terserah kamu sih, itu kan buat kamu juga biar kamu bebas mau jalan kemana aja, mau beli apa aja
G : jadi gapapa nilai aku turun tapi aku sambil kerja?
M : ya jangan juga
G : lulus molor biar bisa cuci nilai, tapi sambil kerja?
M : jangan juga
hening ...

mulai merangkum kesimpulan pembicaraan terakhir, dan gue menyimpulkan yang ia inginkan adalah...
gue kuliah dengan nilai yang bagus, lulus tepat waktu, dan sambil kerja biar gak nyusahin banget, tapi apa bisa? iya bisa, bisa jadi zombie, bisa gila, bisa kena tifus, bisa gak punya kehidupan sosial lagi.

inilah alesan gue gak bisa ngobrol lama dan dari hati ke hati sama doi, terlalu sama sama menuntut.
yes, we are. we need each other, but we cant talk too long each other. just chat bout news and task.


"terkadang ada hubungan yang lebih baik bicara tentang kepentingan, kewajiban dan tidak cocok untuk mengobrol dari hati ke hati karena belum tentu keinginan dua belah pihak sama atau malah memberatkan satu dengan yang lain"




itulah alasan kenapa rencana jarang diumbar, ya karena ini, jika tidak berjalan sesuai rencana ada pihak-pihak yang menagih hasil dari rencana itu...

so, dont tell people your dreams and plans, surprise them if it works!

29 Juni 2014

salah siapa?

ada yang bilang, "ganteng/cantik itu relatif, tapi kalo jelek mah mutlak".
miris!

salah siapa kalo muka ada orang yang mukanya gak menarik? salah dia? dia udah berusaha menjaga penampilan tapi pasti ada aja yang bilang "gak pantes", "alay", "lebay", "gak orisinil" atau apalah, salah orangtua yang ngasih gen? gen kan turun temurun gitu aja, gak ada yang bisa dilakukan untuk ngerubah itu kecuali lo ilmuan kaya Tony Stark, atau bokapnya Peter Spiderman atau lo ketemu megatron atau optimus prime yang ngasih atom nya untuk merubah gen lo, terus salah siapa?
Takdir, satu-satunya cara ya jaga penampilan sebisa mungkin dan mencantikkan kepribadian, setidaknya ada nilai plus nya lah

pernah denger gak, "Cewek kalo dipuji cantik, ia akan senang dan melupakan semenit kemudian. tapi kalo cewek dikatain jelek, dia akan menjadi rendah diri dan mengingatnya seumur hidup mereka" and thats true! karna sekali dibilang jelek, jleb nya tuh kaya dibuang ke jurang yang ada di Lord of The Rings, malah mending dibuang daripada dibilang jelek. makanya sesama cewek sering saling memuji, ya itu biar tingkat kepercayaan diri meningkat bukannya malah merasa minder dan gak pantes ada di komunitas itu.

Salah Siapa?
bukan maksud untuk menyudutkan satu pihak, atau menyalahkan keadaan, atau malah menyalahkan Sang Pembuat Skenario. cuma bersikap netral karna gak ada yang salah bahkan mungkin pikiran kita yang salah.

it's like when i wait our chit chat, no phone, no webcam, just texting but that isn't flawless cause your jobdesk, so whose fault?
it's like when i wait weekend, just friday night, saturday and sunday morning just to see you, to meet you, but we cannot cause your overtime and my study, so who fault?
it's like when that moment comes, moment when i feel alone and cant talk anyone, and too hard to pass the night cause i miss our haha hihi chit chat, so whose fault?
it's like when i can't hold my feeling cause missing you drive me so mad and what i can do just laying and cry in midnight but i have to act like 'oh nothing, i'm ok' with my smile, even my heart scream 'fuck, i damn miss you', so whose fault?
it's like when every love song's lyric remind me at you, but i can't do anything, just for protect your health and give you more time just to sleep and refresh your body, so whose fault?

salah siapa?
gue yang pengangguran (sementara)? dia yang sibuk? keadaan yang gak mengizinkan?
NO !
gak ada yang salah, mungkin emang masa nya harus gini, mungkin emang butuh latihan untuk terbiasa, atau mungkin ekspektasi gue yang berlebihan atau gue belum siap. gue mencoba untuk gak nyalahin siapa pun dan apapun, termasuk diri gue sendiri (dari pada makin down gara-gara mojokin diri sendiri kan). jadi satu-satunya cara yah legowo dan tetap bersyukur.

Thanks God for him, for his responsibility, for his loyalty, for his power, for his faith, for his personality, for his maturity, and for his love

mungkin ada yang bilang inti dari relationship itu komunikasi, tapi kali ini gue bilang intinya adalah FAITH. keyakinan, kepercayaan, dan saling mengerti satu sama lain bukan mencoba mengerti satu pihak saja karena kita jalan berdua bukan sendiri. gitu aja sih, gak jelas ya? annoying ya? yaudah sih gausah dibaca kalo gak suka



Thanks God for this situation, I know this is a big lesson for me, I know this can makes me more stronger, more independent and more mature, and I know this situation can makes our relationship more more more mature. Just always guided us to keep hold on andpass every situation, please God. :)

25 Juni 2014

semua ada masa nya

gue lagi gue lagi, sorry ya, namanya juga liburan, gak ada kerjaan jadi ya posting aja terus, ya sorry kalo bosen liat tulisan gue, merem aja biar gak liat, tapi sejujurnya gue juga bosen, makanya gue baca post-post gue yang sangat amat lama, dan gue sadar gue pernah begitu terhipnotisnya dengan seseorang yang sangat jauh. jauh kali ini bukan masalah batin tapi emang dia di Surabaya, gue di Jakarta, dia (seharusnya) udah lulus kuliah, gue masih berjuang melawan UN, dan yang terpenting gue kenal dia, tapi dia gak kenal gue.

Dimaz Muharri, point guard CLS Knights Surabaya yang bernomer punggung 17...

Dulu semua yang berhubungan dengan dia gue kumpulin, foto-fotonya, autograph-nya yang gue bela-belain nahan malu di Plaza Indonesia, tanda tangan di papan jalan gue sampe diketawain manager dan ceweknya, tanda tangan di topi power-balance yang gue bela-belain minjem PB abal temen gue, sampe foto lengkap 1 tim yang dikirim langsung dari Surabaya, semua tersimpan rapi di satu sudut. bisa dibilang dia satu-satunya orang yang bisa bikin gue nekat, layaknya anak-anak ABG sekarang kalo liat Justin Bieber atau One Direction.
tapi itu dulu, sekarang? NBL kemaren aja gue sampe gak nonton karna gak sempet, padahal dulu gue bela-belain nonton hampir 3x seminggu, bahkan nonton sendiri kaya orang bener.

Semua ada masa nya

dan sekarang masa nya gue duduk ongkang-ongkang kaki sampe bosen dengan liburan, jenuh dengan gak ada kerjaan. tapi kata seorang temen gue di blog nya "Orang yang sukses adalah orang yang setia dengan kejenuhan", dan gue mencoba setia dengan jenuhnya liburan, karena gue yakin setelah liburan kali ini terlalu banyak planning gue dan kalo berhasil, gak ada liburan 3 bulan gini lagi, yang ada hanya berlibur di jumat malem-sabtu-minggu sore, just it.
Setia dengan kejenuhan? setuju, kita harus jenuh bangun pagi, duduk dikelas sampe siang bertahun-tahun demi lulus sekolah. kita harus jenuh dengan tugas, paper, presentasi, dosen centil, dosen killer, nunggu kelas demi dosen yang enak, itu semua demi mendapat gelar sarjana. kita harus jenuh dengan bangun pagi, macetnya jakarta pagi-pagi, kerjaan di kantor yang gitu-gitu terus, gak abis-abis, pulang di jam macet demi mendapat gaji dan kenaikan pangkat. semua menjenuhkan karena dilakukan berulang-ulang, monoton dan dalam kurunh waktu yang sangat lama.

tapi semua ada masa nya, masa giat demi mencapai sesuatu, masa jenuh. dan semua akan berakhir sesuai dengan masa nya. sama seperti kehidupan yang kita jalani, hanya berjalan diantara kurung-kurung waktu yang akan berakhir di satu titik dan memulai dititik selanjutnya, dan begitu terus sama masa kita habis.

24 Juni 2014

banyak tapi gak satupun

"gue bingung mau ngapain dulu"
sempet temen gue curhat kalo dia bingung mau ngapain, terlalu banyak yang harus dia kerjain, tugas, paper, uts, kegiatan organisasi, acara dan masih banyak lagi diwaktu yang bersamaan dan deadline yang sama, akhirnya dia gak melakukan apa-apa, hanya nangis sambil mulai beresin kamarnya yang gak keurus.

sangking banyaknya malah gak kelakuin satupun

sama kaya sekarang, terlalu banyak yang mau gue tulis sampe akhirnya gue lupa dan menyerah dengan semua kata-kata yang dari tadi teriak-teriak di kepala gue, ditambah komentator yang dari tadi teriak-teriak juga, iya sekarang gue lagi nonton bola, iya juga kalo gue nonton sendiri, iya juga kalo gue gak ngerti dan iya juga bahwa gue gak tertarik dengan Itali dan Uruguay yang lagi main atau tentang Baloteli dan Suarez.

gue cuma mau nulis, entah ini gue doang atau yang lain juga ngerasain. kadang ada benernya juga loh tentang the missing piece dari seseorang. manusia diciptakan berpasang-pasang, dan gue percaya itu tapi gak kemana-mana dan ngapa-ngapain harus berpasangan terus kan, kita harus berdiri sejajar dan saling menopang, bukan memberatkan satu dengan yang lain, dan gue selalu berusaha berdiri di kaki gue sendiri seletih apapun itu sampaaaai dikeramaian, ditengah tawa canda, ditengah cengcengan, lo ngerasa ada sesuatu yang kurang, bukan apa atau siapa, tapi the missing piece yang sudah lo temukan tapi gak lagi bersama lo. Fix, lagi asik, rame, ketawa tiwi, cengin sana sini, banyol sana sini, tapi agakt awkward, ya karna itu, karna lo gak full ada disitu, ada bagian dari lo yang gak bersama lo.
masalah atau enggak?
bagi gue enggak (untuk sementara), bagi cewek mungkin agak bermasalah, sampe ada yang bilang "dia ikut, ya paling yang satunya lagi ikut, kalo satu gak ikut ya gak ikut dua duanya".

karna di tv si komentator gak berenti ngomong, gue juga mau komen tentang beberapa sindiran cewek ke pasangannya, salah satunya "Jangan dicuekin, nanti diambil orang", lucu sih, siapa sih yang mau di cuekin? kucing aja gak pulang-pulang kalo dicuekin terus, apalagi orang. sebagai cewek, dicuekin itu alasan terkuat untuk ngambek marah, dan (sok) nyuekin balik, dipikiran cewek saat dicuekin itu, "ni orang kemana sih?", "segitunya apa sampe gak bisa ngeluangin waktu 2 menit aja buat ngabarin", "udah gak ketemu, gak ada kabar, maunya apa sih nih" dan terekstrim mungkin cewek bisa berfikiran aneh-aneh seperti "udah bosen?", "jadi pentingan mereka?", "suka ya sama dia?", "kamu udah gak sayang lagi?" padahal bisa aja si cowok cuman tidur, atau main game sama temen temen cowonya, bahkan walau cowoknya cuman ngerjain tugas atau jalan sama keluarganya, tapi kalo si cewek udah merasa diabaikan, sewajar apapun alasannya, tetep ada satu dua hal yang salah.
tapiiiiiiiiiiiii, masa iya diambil orang? gue bukan barang bro yang bisa diambil orang, atau dititipin ke orang, gue melakukan sesuatu atas kemauan gue, atas hak dan perintah gue. gue subject bro bukan object. makanya, coba diganti dari 'diambil orang' jadi 'pergi sama orang lain' mungkin atau jadi 'statusnya keanti', atau 'di delete contact sampe delete feeling', kan lebih lucu itu.

satu lagi ya yang mau di komen, boleh ya ya ya?
"Udah gak jaman pacaran mesra-mesraan depan umum, pamer foto, sekarang jamannya pacaran biasa-biasa aja, tau tau ngirim undangan bukan malah bubar jalan", yang ini ada benernya, di umur yang ... tingkat akhir kuliah sampe ada beberapa yang udah lulus, emang bukan waktunya pamer kemesraan di media sosial atau dimanapun, tapiiiiii balik lagi, cewek itu gak mau kalah sama cewek lain, walau mereka temenan, cewek itu mau ya paling enggak setara dengan cewek-cewek lain, makanya mereka sering pamer kemesraan di media sosial dan langsung, itu salah satu cara juga bahwa dia gak malu akan pasangannya, dia mempublish bukan malah menyembunyikan, bahkan itu bisa jadi salah satu cara si cewek memperlihatkan keseriusan dalam hubungan dan rasa bangga pada pasangan. dan lagi, kodrat cewek untuk selalu dimanja dan diperhatikan, semandiri-mandirinya cewek pasti seneng dengan dimanjakan, salah satu buktinya wanita karir aja seneng memanjakan diri ke salon, spa, shopping, right?, nah pamer kemesraan itu bisa jadi salah satu cara untuk memberitahu dunia "hey, this guy the winner, and I love him", cara menutup diri dari lelaki lelaki lain, cara untuk merasa istimewa dan spesial. hanya dengan menggandeng tangannya, memeluk hangan penuh kedewasaan atau mencium keningnya di depan teman-temannya, ia akan merasa sangat amat teramat special dan merasa "I'm worth it", priceless, dan merasa gak malu punya pasangan seperti ini.
ya gue sih fine-fine aja, mending ada yang pamer kemesraan dari pada diem-diem tau tau undangan eh malah setengah taun kemudian udah ngelahirin.

dari panjang lebar diatas, maknanya....
gue lagi random, gue lagi pengen ini itu, gue pengen hugging someone without words, gue pengen bercanda haha hihi dan melupakan semua keluh kesah, pelajaran, IP, IPK, SP, brevet or what the fuck name are, gue pengen ngobrol ngarul ngidul gak karuan, gue pengen sekedar tiduran dan nonton spongebob sambil komentarin squidword, pattrick dan mr.crab, gue pengen makan french fries sambil nonton dvd bareng dirumah gara-gara 'males' keluar rumah, gue pengen semua gadget kembali ke fungsi semula mereka yang cuma bisa sms dan telfon tanpa ada kata-kata "autis"...

Dan kembali ke kata-kata diatas tadi "sangking banyaknya malah gak kelakuin satupun", terlalu banyak keinginan sampai enggak satu pun yang gue ijinkan untuk terkabul, dan yang gue lakukan dibanyak keinginan gue adalah gue duduk di tempat tidur sambil posting tulisan gak penting dengan backsound komentator piala dunia. gak satu pun dari semua keinginan gue yang gue kerjakan. dan gue bingung apa yang gue tulis, apa yang gue kerjakan, apa yang gue lakukan

so, bye....

22 Juni 2014

ambisi atau kurang bersyukur ?

"cengeng banget sih, gitu aja mewek"

sering banget gue denger kata-kata itu dari jaman gue nangis gara-gara gue gak bisa ngerjain PR Matematika yang (saat itu) gue anggep susah banget, sampe gara-gara merasa gak bisa melakukan sesuatu yang beguna bagi orang sekitar.

kalo ada mesin waktu dan gue bisa balik ke jaman gue SD, pasti gue bakal ngakak, malu bahkan ngatain diri gue sendiri yang nangis cuma gara-gara PR Matematika yang gak bisa gue kerjain dan mendapat nilai 4. atau pas gue nangis cuma gara-gara dapet hasil ulangan 0 gara gara ngobrol dikelas. terlalu fana
dan mungkin itu juga yang bakal dilakukan oleh diri gue dimasa depan kalo ngeliat gue sekarang yang merasa down cuma karena merasa gak layak bersaing, dan gak melakukan hal-hal yang berguna.

pas gue umur 3 tahun, gue iri ngeliat lingkungan gue notabenenya lebih tua, udah sibuk sekolah, udah punya seragam, punya buku tulis, punya buku gambar. akhirnya gue merengek untuk belajar baca tulis, dan hasilnya terlalu banyak buku dongeng yang gue baca. umur 4 tahun gue udah bosan, dan gue merengek untuk masuk TK, dan masuklah gue di TK. umur 5 tahun bosan dengan suasana TK yang gitu-gitu aja gue mau yang lebih, dan lagi-lagi gue merengek untuk masuk SD, susah payah mencari SD yang mau nerima anak umur 5 tahun akhirnya bisa juga. selama di SD juga gue gampang bosen, ekskul ini itu gue ikutin, les disana sini gue ikutin, sampe gue merasa cape sendiri dan gue ngikutin SD seperti biasanya. di SMP juga gitu, ekskul ini itu gue ikutin, bakset, taekondo, karya ilmiah remaja, paskibra, mading, les di primagama, les di IEC sampai akhirnya gue fokus ke 3 ekskul saja dan memperbanyak main dan les private doang saat mau UN. berlanjut akhirnya gue fokus sekolah, ekskul dan turnamen doang. dan akhirnya gue lulus...
jarak saat lulus sampe masuk perguruan tinggi itu lama (banget), bosen dirumah doang, main-main doang, nongkrong sana sini doang, akhirnya gue mencari kerjaan part time yang yaa lumayan lah buat jajan jajan lucu, sampe akhirnya gue berenti karna satu dan beberapa hal dan menjalankan kuliah sebagaimana mestinya... kuliah tok!
dan memang naluri bawaan dari kecil, sampailah disatu titik kebosanan. mau ikut semester pendek? bisa naikin IPK sih tapi itu juga kalo bisa dapet A. akhirnya nyari info sana sini dan gue memutuskan utuk ikut salah satu les bersertifikat, tapi gue masih merasa kurang, seminggu ada 7 hari dan gue baru menggunakan 2 hari untuk les, masih ada 5 hari lagi, dan kuliah masih sangat lama dimulai...

entah ini ambisi untuk semakin berkembang dan bersaing, atau kurang bersyukur?

sampai disatu titik gue terbebani sama keinginan gue sendiri, dan satu-satunya yang gue butuhkan adalah komunikasi. luapan emosi keluar gitu aja saat curhat itu terjadi, dan saat itu juga I feel so bad, bukan karena merasa gak berkompeten, tapi gue merasa kurang bersyukur.

bener ya, dengan bercerita walau mungkin jalan keluar gak dateng gitu aja, tapi sedikit beban itu hilang, dan bisa berfikir jernih. dan bagi gue yang cengeng  terlalu meluap emosi tertahannya, mungkin cara menjernihkan pikiran ya dengan mengeluarkan emosi tertahannya berupa ya ... gitu deh

so, ambisi itu boleh tapi harus diiringi dengan bersyukur penuh. ambisi ngebuat kita mau belajar, gak pernah puas berusaha dan terus maju, tapi bersyukur membuat kita rendah hati, down to earth dan lebih legowo menghadapi segalanya


ya intinya sih pas nonton bola apalagi pas Jerman main, jangan sampe ketauan kalo kita (gue) ngeliatin pemainnya bukan bola atau permainannya #salahfokus

9 Mei 2014

20 years old yeah

06052014...

Hi, my name is ega, and now I'm not teenager anymore, horee (even deep down in my heart it's so peeled).

Ya, 20 tahun men gue, tua sekali rasanya kalo udah nginjek kepala 2 tapi namanya juga idup ya jalanin aja, gak mungkin kan gue stuck di 17, mungkin kalo gue udah digigit sama Edward Cullen dan jadi Mrs.Cullen.

ngomongin birthday, yang pasti gue berterimakasih banget sama Tuhan, setidaknya gue diberi kepercayaan untuk melanjutkan hidup lebih lama lagi untuk jalanin tugas-tugas gue, at least bikin nyokap gue bangga dulu lah, makasih kedua buat temen-temen sekolah gue yang ngeselin banget gara-gara nahan gue dirumah poppy yang lagi ulangtahun, dan buat Raymond yang udah bela-belain walau lagi sakit.

Btw, apa yang dilakukan cewe berumur 20 tahun? gimana cara berpikirnya?
sepengamatan gue kayanya gak ada bedanya sama anak-anak kuliahan lainnya, masih hahahihi, masih ngegosip, masih ngomongin tempat hangout, masih ngomongin geng sebelah, masih pamerin diri sama cowoknya mungkin, ya masih gitu-gitu aja deh pokoknya bedanya mungkin kita lebih dihadapkan dengan tanggung jawab which is skripsi, diburu-buru lulus, diburu-buru kerja atau malah ada yang diburu-buru nikah kali.

Bagi gue 20 kayanya gak ada pengaruh, banyak yang bilang “harus jadi dewasa”, trus aku kudu piye? Berubah jreng jreng halo aku udah dewasa loh aku kan udah 20.
Dewasa itu proses, selalu proses lagian dewasa itu apa sih? Berpenampilan layaknya tante-tante heboh yang mau arisan? Apa nongkrong di coffee shop depan laptop merengut mikir dan gak boleh ketawa? Atau mengerti perannya sendiri dan peran masing-masing orang tanpa menyamaratakannya? Mengerti sifat dan memaklumi bahwa setiap ciptaan itu berbeda?

Memaklumi. That’s right, hal yang paling gabisa dilakukan manusia egois.

Di usia gue yang ke-20 tahun, gue mulai merasa lelah, lelah berharap, lelah meminta, lebih tepatnya lelah kecewa. Saat menjelang ulangtahun ke-19, gue meminta kado, bukan barang mewah, bukan makan ditempat romantis, bukan perhiasan atau apapun itu, gue cuma meminta kesediaan seseorang untuk menjadi Alpha dan Omega gue dihari itu dan membuka hari itu ditempat pertama janji kita terucap, gue cuma mau dihari yang special gue habiskan dengan orang yang special, at least diawali dan diakhiri dengan special, itu doang. Tapiiii, menjelang usia 20, dengan semua yang gue alami, gue hanya berharap Tuhan memberikan gue kekuatan iman yang lebih di usia ini. Gue gak berharap surprise tengah malem, atau ceplokan telur atau kue kue berharga ratusan itu dari siapapun, gue cuma butuh 1, doa yang sungguh-sungguh dari mereka semua. Gue gak berharap ada orang yang bela-belain pulang lewat dini hari demi ngasih selamat ke gue padahal besoknya kerja dan emang gak boleh pulang malem, gue gak berharap ada orang yang bela-belain lagi sakit hanya demi jadi first person karena yang gue harapkan hanya sebuah KETULUSAN DOA, tapi Tuhan memang baik, Ia mengirim semua orang-orang yang gue sayang untuk ngebuat gue merasa lebih special dihari itu walau gak ada tempat sederhana yang special itu atau Omega itu tapi semua lebih dari cukup. Semua acara yang mereka buat, semua ucapan selamat, semua doa yang gue harap itu sungguh-sungguh sangat ngebuka mata gue kalo gue gak sendiri, kalo gue cukup berarti dimata mereka. Setidaknya, Tuhan memberikan kado lebih dari yang gue minta lewat mereka.





Makasih Raymond, Poppy, Yuli, Engel, Ditha, Marlon, Darson, Ellyus, Epen. Makasih Fridia, Ellen, Sisil, Kak Fendi, Anton, Ferdi, Selus. Makasih Seva, Jeje, Diva, Intan juga.<3>