19 April 2015

Hai hai kita berjumpa lagi nih, ya map ya namanya juga pengangguran jadi terlalu banyak waktu luang kan, tapi please jangan tanya tentang skripsi gue, dia lagi gak mau diganggu, mungkin lagi ada masalah pribadi jadi gue berbesar hati untung meninggalkan dia sendiri dulu, lo tau kan setiap orang kalo lagi ada masalah butuh ditingal sendiri dulu..

Gak, gue lagi gak ada masalah, lebih tepatnya sedang berlatih mengontrol emosi, mungkin itu yang orang-orang dewasa lakukan, walaupun hancur harus tetap tersenyum, walaupun marah dan berapi-api harus tetap dingin. Dulu sih gue jagonya kalo disuruh mendem emosi, mendem ya bukan mengendalikan. Semua gue pendem sampai disatu titik yang gak gue kuat dan keluar semua,  rasa sakit, sedih dan marah, tapi seringkali gue salah melimpahkannya, untung aja orang-orang disekitar gue sangat cukup mengerti gue. Sampai akhirnya gue iri dengan orang-orang yang bisa dengan gampang mengeluarkan isi hatinya, mereka yang spontanitas, mereka yang tampa tidak pernah membatin, dan sedikit demi sedikit gue mencoba itu atas saran seorang teman, dan ya memang lebih baik, jauh. Disaat marah, kesel, sedih maupun terharu, kita menangis (maklum cewek) tapi sampai satu titik seseorang mengatakan itu kekanak-kanakan dan menuntun gue untuk lebih mengontrolnya. Awalnya gue kembali memendamnya dan meledak setiap saat itu sudah sampai batas, tapi sekarang ya gue belajar untuk mengendalikan, gue berusaha berfikir dari sudut pandang lain yang memungkinkan itu ada nilai baiknya, ya walaupun ada yang bilang positif thinking sama bohongin diri sendiri beda tipis sih, tapi anggap aja itu baik, cara lain ialah pengalihan perhatian, ya gue jadi jauh lebih sibuk nonton film, main game dan nulis disini, iya ini salah satu pengalihan perhatian gue dan gue berusaha menghormati, apapun, seperti yang gue tulis di post sebelumnya.

Gue jadi inget salah satu quotes dari film yang sempet gue nonton, maknanya sih gini 
“kita semua hidup didunia dan ingin menguasainya, tapi cara kita berbeda-beda, kamu harus menjadi orang nomor satu di dunia barulah merasa memiliki dunia, sementara dia (adiknya) hanya dengan memiliki dan bersama cintanya, ia sudah memiliki dunianya”. 
Gue gak akan membahas cinta-cintaannya, tapi ya semua orang punya perspektifnya sendiri, passion nya sendiri di dunia, jadi satu-satunya cara untuk tidak men-judge adalah dengan berfikir dari perspektif lain dan mencoba memahaminya… walaupun sulit.

Kahlil Gibran pernah bilang, dalam hidup berdirilah sama rata, namun jangan terlalu dekat karna pilar-pilar candi dibuat tidak terlalu dekat satu sama yang lain. Tapi ditempat lain gue pernah baca, kita diciptakan berpasangan bukan hanya sebagai rekan kerja dalam kehidupan yang berjarak sejauh jabatan tangan, kita diciptakan untuk saling menopang, dan menutupi kelemahan satu dengan yang lain, jika kamu sudah sangat sempurna untuk berdiri sendiri, bukankah kamu mampu tanpa temanmu, keluargamu, pasanganmu dan Tuhanmu?

Tapi yang gue dapatkan akhir-akhir ini adalah pelajaran dimana sesuatu yang membuat kita bergantung itu menyakitkan. Dan mereka menyuruh gue untuk seperti burung-burung itu, yang walaupun membutuhkan pohon untuk berteduh, bersandar dan menaruh sangkarnya, ia mempunyai sayap yang dapat ia pakai sewaktu-waktu pohon itu jatuh dan meninggalkannya.


So what make you addicted? Some people called its passion, some people said its love, sweet, but what I know obsession is addicted too, isn’t true? So what are we? We are people who need each other, but what are we in this world? Just a nature instinct as a human? Just a business? Obsession to each other? Or love?

maybe its seems different, but for long time, its seems same.

18 April 2015

everybody has a secret, respect that

Rahasia…

Sekali lagi ini bukan karna gue keseringan nonton film fiksi yang harus merahasiakan jati dirinya sendiri, ini tentang kehidupan nyata. Sebagai manusia pasti lo punya rahasia kan? Pasti! Entah yang lo simpen bersama teman-teman terdekat lo atau yang lo simpan dengan baik sendiri.

Gue tipe orang yang sangat teramat sulit menjaga rahasia sendiri, gue biasanya berbagi dengan teman terdekat atau orang yang paling gue percaya. Dulu, gue sangat merahasiakan tentang background keluarga gue, sampai akhirnya gue menceritakan pada orang yang sangat paling gue percaya banget sekitar 2,5 tahun yang lalu. Kenapa gue rahasiakan? Karna gue malu untuk mengakuinya, tapi dengan dia, orang yang paling gue percaya, gak ada lagi rasa malu itu, karna gue menganggap dia akan menerima gue apa adanya. Ada juga beberapa rahasia-rahasia kecil yang hanya gue ceritakan pada temen-temen satu geng, bagaimana tingkah bodoh gue saat galau, saat di pdkt-in gebetan, saat di cengin di dalam kelas karna di godain asdos, saat ditembak, saatberantem sama pacar, saat bikin conference buat ngomongin suatu masalah, saat main kucing-kucingan, dan saat melakukan kebohongan-kebohongan kecil. Ya, mereka tau semuanya. Tapi gue gak seterbuka itu, ada beberapa rahasia yang gue pegang teguh sendiri, bahkan kadang gue gak menganggapnya ada. Kenapa? Malu, mungkin. Takut, bisa jadi.

Dulu, gue orang yang sangat cuek dengan sekitar, sampai nyokap gue bilang gue egois dan antisocial. Semakin bertumbuh, gue menemukan satu sampai dua orang yang sangat care dan berani menceritakan aib nya sendiri yang gak pernah dia ceritakan ke orang lain selain ke gue, dan berkat mereka gue berani untuk menceritakan beberapa yang gue punya, membangun sebuah kepercayaan. Kenapa ke gue? Mereka sih bilangnya karna gue bukan tipe orang yang ngurusin hidup orang lain dan sangat liberal jadi mereka berani, padahal mah gue kepo juga, gue kepo ke beberapa orang yang pasti mempunyai pengaruhnya untuk gue, setidaknya kalo mereka terlibat criminal, pasti gue kena karna dia salah satu orang terdekat gue. Awalnya gue akan mengira-ngira, tingkat kesensitifitasan gue bertambah sampe gue kayanya tau, trus gue tanya, dan kalau ternyata dia mengelak atau bohong, gue akan mencari tau dengan cara lain, jujur aja, kami para cewek ahli dalam hal itu. Sampai akhirnya gue sadar, semua manusia punya rahasia, sekalipun terhadap orang yang paling dikenalnya, didekatnya ataupun dipercayanya. Sama dengan dia, dan mereka, gue pun juga. Kita hanya ingin dihargai, dengan memberitahu rahasia kita ataupun tidak.  Dan mulai saat itu, gue mulai menghargai setiap segala sesuatu yang dirahasiakan dari gue, gue mulai menghargai segala sesuatu yang mereka tutupi dari gue. Gue berusaha untuk gak kepo, hanya menunggu waktu hingga mereka bisa jujur dan membagi rahasianya pada gue, sama seperti apa yang gue lakukan ke orang-orang yang sangat gue percaya. Terbuka. Dan jujur.

Gue berusaha untuk membagi satu persatu yang gue punya, saat mereka sudah membaginya ke gue. Teman baik gue tau itu, ya dia salah satunya, kita terlibat pembicaraan mendalam berdua, kita benar-benar membagi masa lalu satu sama lain, dan saat itu gue merasa bahwa gue gak sendiri, ada yang kisahnya pun sama dengan gue dan sisterhood pun terbangun. Dia selalu berusaha membantu gue dengan semau kelemahannya, dan gue berusaha membatu dia dengan segala keterbatasan gue.




You give me one story of yours, I’ll give you mine…

8 April 2015

TULUS

Tulus… apa itu ketulusan?

Sebagian orang mengatakan tulus itu memberi tanpa mengharapkan apapun, sebagian lagi mengatakan tulus itu fana.

Banyak yang bilang kasih seorang ibu itu sangat tulus, tapi ada juga yang bilang kasih seorang ibu pada anaknya itu seperti menanam pohon, ia merawat, memupuknya dan menyiramnya hingga tumbuh besar agar suatu hari ia bisa duduk dengan teduh dibawah pohon itu, sementara pohon itu tetap menjalankan tugasnya dibawah teriknya sinar mentari yang menjadikan daun-daunnya kering dan berguguran.

Banyak yang bilang kasih sesama saudara itu tulus, tapi ada juga yang bilang itu hanya seperti merawat anak anjing yang setelah besar bisa menjaganya, berdiri paling depan untuk melindunginya, atau mengigit tuannya sendiri jika kasih itu salah diberikan.

Banyak yang bilang kasih seorang kekasih/pasangan yang paling tulus, jika ia tulus, mengapa ia masih menuntut? Mengapa ia begitu posesif dan cemburu? Mengapa ia selalu menjadi prioritas dan dominan? Dan mengapa harus diikat dengan komitmen?

Dan sebagian orang mengatakan kasih seorang sahabat adalah yang tertulus, sampai saat ini aku setuju walau tidak seratus persen, tapi hanya mereka yang tidak terikat komitmen ataupun darah denganmu, hanya mereka yang mampu pergi sesuka hatinya namun tetap memilih untuk disana saat kamu ada kesulitan, walau mencari sahabat yang baik tidaklah mudah dan cepat, butuh proses dan kegagalan berkali-kali. Sahabat tidak harus sejenis atau lawan jenis, kita bebas menentukannya, dan jika kamu menemukan sahabat lawan jenis, berhati-hatilah dengan ketulusannya. Jika sahabat itu tulus, mengapa mereka bisa jatuh cinta dan berharap lebih dari sahabatnya sendiri? Mengapa mereka tetap berusaha walau ia tau sahabatnya sudah (at least berfikir) bahagia dengan pasangannya? Haruskah persahabatan itu menghilang atau terbatasi?


Jadi adakah yang tulus di dunia ini?


Setidaknya berusahalah jadi orang baik, menjadi lilin dan air yang tenang dan membawa kehidupan di dunia yang sudah hancur ini, walau ketulusan sudah tidak ada lagi.




THE WORLD IS FULL OF NICE PEOPLE. IF YOU CAN’T FIND ONE, BE ONE

-NISHAN PANWAR

16 Februari 2015

Valentine's day

Happy Valentine guys…

Pas banget bukan valentine kali ini jatuh di hari Sabtu, it means malem minggu. Gimana valentine kalian? Romantic kah, sweet kah, mewah kah, sederhana kah, sekalian anniversary kah? Banyak loh, ada beberapa temen gue yang valentine kemarin merupakan 1st year anniversary nya, wow! Atau kalian berdalih tidak merayakan karna bingung merayakan dengan siapa, hahaha. Valentine gak harus sama pacar loh. Temen gue contohnya, mereka merayakan malam valentine hanya dengan makan es buah rame-rame, dan cowok semua, what a sweet moment kan.
Gue salah satu orang yang suka merayakan hari-hari penting just like valentine, mother’s day, father’s day, birthday, anniversary, or ladies night maybe #eh.
Saat mother’s day dulu gue belikan nyokap bunga, sampai gue liat bunga itu dibuang dan gue gak pernah beliin bunga lagi. Gue beliin cup cakes, dan gak dimakan. Gue bukan tipe pendendam tapi gue cewek normal yang suka mengingat-ngingat moment, dan itu moment yang cukup menyakitkan dan bakal gue inget terus.
Saat valentine, gue selalu nabung untuk beliin nyokap, kakak dan sabahat gue coklat edisi valentine, sampai hanya gue yang ngasih dan gak ada seorang pun yang balik ngasih. Padahal seperti yang kita tau, apa yang kita perbuat untuk seseorang, kita berharap orang itu membalas yang serupa, ya kan? Tapi semua bulshit!

Saat itu gue gak pernah merayakan valentine lagi, sampaaaaiiii…

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, saat itu gue kelas 1 SMP, sangat bocah. Saat itu bel istirahat pertama baru bunyi dan kita semua berhamburan ke kantin lewat pinggir lapangan sisi luar, soalnya di sisi dalem lagi rame anak SMA yang mau berangkat live in. saat itu tanggal 13 Februari, belum valentine. Dan saat gue bersama temen temen gue lewat, dari sisi sebrang lapangan, seorang cowok sendirian dating nyamperin dan hamper dilihat oleh seluruh anak SMP dan teman seangkatannya, dia nyamperin gue dan memberikan sekotak kado, bentuknya kaya kotak jam. Salting? Iya, bukan karna gue suka orangnya, Cuma tingkahnya yang buat sorak sorai cie ciean terdengar keras. Satu kaliamat yang kayanya dia sampeein (udah lupa juga sih) “sorry duluan mau live in soalnya”.
Gue bukan ‘the most wanted girl’ di sekolah gue, gue gak famous, gue gak cantik, gue bukan dancer, gue Cuma cewek dekil yang doyan keringet keringetan dibawah matahari buat main basket dengan rok ampir kaya anak madrasah padahal yang lain berlomba-lomba buat diatas lutut. I’m nothing, but that moment makes me feel something. Dan lo bertanya, apa dia jadi pacar gue? Enggak. Kenapa? I don’t know, dia bikin gue merasa special, tapi gak klik aja pas lagi bareng dia, lagi pula tau apa anak kelas 1 SMP tentang berpacaran? Just status, no more.


Setelah itu barulah gue merasa valentine valentine selanjutnya gak sebasi dulu. Tahun selanjutnya, saat gue menjabat OSIS, kita membuat acara ‘Secret Admirer’s Day’, semua secret admirer bisa menaruh surat cintanya di kardus di depan ruang piket, dan nama-nama yang mendapat surat dan coklat diumumkan di papan pengunguman dan diharpakan mengambilnya saat pulang sekolah. Dan walaupun hanya satu, tapi I got it, gatau dari siapa yang pasti adik kelas, dan setelah usut punya usut adalah sahabatnya orang yang deket sama gue, what a…

Tahun selanjutnya gak ada coklat ataupun surat, tapiiii someone tell me that he wanna be my boy in cinema and give me a pair of tali sepatu snoppy yang dulu ngehits banget. Even I don’t have a special feeling to him, a special things makes me awkward and blast. Gue memang gampang terbawa suasana, tapi anak kelas 3 SMP saat itu, saat itu gue terlalu sibuk sama PM, les privat, les bimbel, les bahasa inggris. Fuck life lah.

Tahun selanjutnya, tahun senior. Dan you know, itu pertama kalinya gue dikasih boneka dari ade kelas yang emang jadi inceran para kakak kakak kelas. Seneng? Bangeeet! Dua boneka tupai kecil, iya kecil Cuma dari timezone sih tapi that’s sweet. Secara tiba-tiba ada di laci meja kelas gue. Tapi gak lama setelah itu, bonekanya gue kasih ke temen gue, gue taro aja di mobilnya, bukan karna gak suka, tapi gue gak biasa nyimpen pemberian orang yang udah bukan siapa siapa gue.

Tahun selanjutnya gue lupa tapi sepertinya tidak terjadi apa apa makanya gue gak inget apa-apa. Yang gue inget di tahun selanjutnya lagi, tahun paling senior yang paling seru. Kita satu kelas tukeran coklat, tapi bukan sembarang coklat atau coklat coklat mahal, kita harus bersusah payah nyari coklat ayam, coklat payung, coklat koin, coki coki, superman dan coklat-coklat peninggalan jaman SD dulu. Wow. Disini kebersamaan kerasa banget nget nget nget!

Masuklah gue ke dunia perkuliahan, dan saat itu kalo gak salah jatuh di hari minggu, saat itu gue lagi makan sekeluarga di Pizza Hut, dan tiba-tiba dia dateng dengan seplastik boneka beruang pink yang cukup besar dan memberikan itu. Malu? Iya. Seneng? Banget! (saat itu). Semua mata tertuju ke gue, ada yang senyum semeringah, ada tatapan iri, dan bagi cewe, tatapan iri dari orang lain itu hal yang sangat wah makanya banyak orang yang mesra mesraan di depan orang lain hanya untuk terlihat bahagia dan membuat iri orang lain, itulah cewek.
Kalo kalian nanya kemana boneka itu? Udah disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan, gue gak butuh lagi, bukan gak butuh bonekanya tapi gak butuh kalo ‘dia’ yang ngasih.


Dan masuklah pada valentine 2014, valentine pertama bersama orang yang paling berarti banget. Bagaimana kesannya? Dunno. No chocolate, no flower, no poem, no cute doll, no romantic dinner, just like this valentine. Tapi, tahun lalu itu termasuk paling sweet yang gue alami. Si dia udah ada janji untuk dateng diacara ‘open house’ sebuah rokok, dan dia pengen banget dateng tapi gue gak mau, soalnya beberapa hari yang lalunya gue dateng disitu bener-bener dikacangin, ampir 3 jam gue ditinggal gitu aja di tempat yang menurut gue asing, dengan tanpa ada satu orang yang gue kenal, disitu gue bener-bener kesel, sebel, gondok, benci banget makanya pas diajak lagi kesana gue gak mau walaupun dia bilang ‘sebentar’ tapi gue gak mau. Dan dengan setengah hati mungkin, ia membatalkan janjinya dan lebih memilih untuk window shopping and simple dinner sama gue. That’s the sweetest thing ever. Membatalkan kesenangannya hanya untuk lo? Berarti lo lebih dari ‘kesenangan’nya. Loveyaboy!

And yesterday. So something new for me, gak romantic, gak puitis tapi I love some words the most. Apa something new nya? Apa some word nya? I don’t speak it now

Intinya cewek akan selalu menjadi cewek dengan ‘girly’ nya seberapa boyish nya dia. So treat them like a princess, so you will treated like a prince. Give them sweet things and she will respect you more.


Trust me, it works!

8 Februari 2015

Some people said, “write down your feeling, let them free” and I write down all my mourn, and they say I’m maudlin and weak.
I write down all of my sarcasm, and they say I’m jerk and bitch. So I ask some people, and they say “If you angry and sad, don’t let your bad words comes out, cause emotion would change but words don’t
so what should I do to express my emotion?
And some people say, “Its better to cry than angry. Tears will clean your heart, but the sarcasm increase the negative” so I start the cryin it loud, and they say I’m a weakest girl.
So what should I do? Always keep it alone till I depressed and lose my mind, and be a drinker or junky who always drunk and addicted to something? Is that you want?
So let me consume my caffeine, my alcohol, my dark chocolate, crying a loud and sleep a lot, and laugh to act like I’m not weak in front of you, all of you jerk






From the deep other side of me

29 Januari 2015

jujur saja

sebelum makan siang,
buka web bank dan lihat lihat suku bunga deposito, itung-itung prakiraan gaji untuk bikin tabungan mapan (masa depan) yang setelah cair dimasukkan ke deposito berjangka.
menghitung tabungan yang akan dipunya pada usia matang, serta properti atau fasilitas apa yang akan sudah dimiliki

setelah makan siang,
mampir ke bazzar di gedung sebelah, gak tahan godaan mata sama baju baju lucu, rok rok unyu, aksesoris aksesoris unik dan jajanan jajanan yang ngotorin gigi doang

jujur saja, kalian pernah seperti itu...

sama seperti hati,
kalian pernah merasakan begitu cinta dan berartinya seseorang hingga kalian bisa melakukan apa saja demi dia
tapi,
setelah kalian tersakiti, dan terjatuh, kalian bisa melanjutkan hidup kalian dan menemukan orang baru yang jauh lebih baik

jujur aja, kalian pernah merasakan itu kan...

selamanya itu terlalu lama,
bukan labil, hanya realistis
bukan tidak stabil, hanya relatif
bukan tidak punya prinsip, hanya fleksible

kita selalu punya pikiran kedepan, walau hanya gambaran kasar atau bayangan bayangan kabur, tapi yang kita hadapi adalah hari ini, saat ini, semua beda.
walau apa yang kita nikmati di masa depan pasti karna hasil yang kita kerjakan saat ini.

saat ada yang bilang wanita itu lemah, iya.
wanita sangat lemah dengan godaan dan rayuan, contohnya jika ia sering di rayu lelaki, pasti akan luluh (kecuali ada yang lebih hebat merayunya), pasti.
sama aja kaya wanita yang di goda pemandangan baju baju, dress dress, sepatu sepatu lucu, 10 menit ia bisa tahan, 30 menit tahan, lebih dari 45 menit mulai ragu, 1 jam aja pasti langsung ngeborong. pasti!
Jujur saja kalian pernah melewati itu 

"semakin lama proses lobbying, semakin manjur" that's the girl's weakness!

26 Januari 2015

reinstall

Am I wrong for saying that I choose another way?
If one thing I know, I'll fall but I'll grow.
Walk to walk and dont look back, always do what you decide, Dont let them control your life, that's just how I feel.
Fight for yours and dont let go, dont let them compare you, no! Dont worry, you're not alone, that's just how we feel.
If you tell me I'm wrong, wrong. I dont wanna be right, right

iya itu lagu, lirik lagu doang.
happy people listen the song, but the sad people understand the lyric

gak, gue gak galau apalagi sedih. gue cuma lagi gak ada kerjaan, menunggu makan siang dan kerjaan dateng setumpuk setelah makan siang, jadi sekarang gue berkarya aja. as you know, I wanna be writer as my side job. dan gue mau cerita tentang kejadian kemaren.

Kemaren gue ketemuan sama sang belahan sel, iya sel aja daripada dibilang belahan pa***t atau belahan te**, iya gue keseeringan berduaan sama dia sampe dibilang lesbi lah, atau kaya bi** lah, kaya te** lah yg kemana mana berdua. tenang, gue gak mau ngomongin belahan disini, intinya gue ketemu dan terjadi accident.
Line kita berdua ke reset, iya ke reset. itu parah banget!
dan kita panik ngebalikin contact, group, sticker dan semuanya yang dulunya ada dan sekarang udah ilang.
kenapa kita, terutama gue berusaha membalikkan semua? soalnya gue gak siap, gak siap contact jadi kosong, gak siap lost contact sama temen-temen lama yang udah jarang ketemu dan keep in touch per moment saja, gue gak siap dengan mem-back up semuanya sebelumnya. tapi apa mau dikata, semuanya udah ilang, terlebih history chat, semua foto-foto di chat room beserta ceritanya ilang begitu saja.
sedih sih, tapi mungkin emang udah jalannya, semua orang pasti akan berada dalam satu titik yang memaksa kita melupakan semua, membuka jalan baru dan menjadi diri yang baru. Enggak, mungkin gak semua, kita masih punya ingatan dan kenangan, tapi hanya sekedar memori yang semakin lama semakin kabur dan akhirnya kita melupakannya apa yang telah terjadi.
selalu, ada satu titik yang 'memaksa' seseorang untuk menjadi 'baru', seperti perubahan status yang tiba-tiba menjadi anak yatim atau piatu, perubahan status dari single menjadi merried, perubahan status dari gadis menjadi ibu. semua terjadi dengan sangat cepat, dan dalam satu hari, tapi pribadi seseorang tidak berubah secepat itu, perlu waktu, waktu untuk memudarkan kenangan dan akhirnya hilang sempurna.
semua sesederhana, laptop tiba-tiba ke install, memory card tiba-tiba ke format, flashdisk penuh dengan foto dari jaman putih biru sampai kuliah semester akhir, penuh tugas, film dan lagu hilang begitu saja. semua kenangan yang 'dipaksa' hilang dan hanya meninggalkan memori di otak manusia yang bisa memudar dengan adanya waktu. dan semuanya lenyap, hilang seperti tidak pernah terjadi.
dan kejadian semalem seperti mengingatkan gue bahwa, today's present so dont look back and keep walking. Semua kejadian terjadi kurang dari satu tahun, seakan-akan (pertengahan) tahun 2014 adalah titik awal seorang gue, entah gue yang seperti apa tapi perlahan lahan gue ngerti, gue harus meninggalkan 'gue' yang lama. mungkin gue yang iya-iya aja, mungkin gue yang terlalu diam dan memendam semuanya sendirian, atau mungkin gue yang dibilang gak punya visi dan gak punya 'api' dalam diri. tapi menjadi apapun itu, semua ada plus dan minus nya.

Intinya, semua orang perlu di format layaknya perangkat-perangkat elektronik, dengan apapun caranya itu.

dan pada akhrinya semua akan menghapus semua kenangan-kenangan nya, melepas beban beban nya, dan telanjang. berjalan kedepan dan meraih helai-helai visi nya, untuk nanti akhrinya dilepaskan kembali, dan meraih yang lain. 
siklus kehidupan.



ini seperti awal tahun 2004, gue dipaksa menyadang status yang menjadikan gue yang baru, perlahan tapi pasti sampai akhirnya gue dipaksa menjadi 'baru' lagi sekarang.