Postingan

little 'girls stuff' things she needs

Gambar
There’s a boy inside every man no matter how old their age Pernah denger itu kan? Ya segagah-gagahnya cowok, dia tetap punya sisi kekanak-kanakannya, dia addict main game, dia suka ngumpul sama temen-temen cowoknya dan melakukan hal-hal konyol, dia suka mencoba-coba kaya anak kecil yang kepo, dia manja kepada wanitanya, dia yang ingin tertidur di pangkuan atau pelukan wanitanya dan selalu mendapat sentuhan hangat wanita, persis kaya anak kecil kan? Sama seperti pria, wanita pun begitu There’s a little princess inside every mature woman. Sedewasa-dewasanya wanita, semandiri-mandirinya cewek, dia tetap seorang perempuan. Disatu sisi kita terlihat kuat, mandiri, cuek, berantakan dan boyish, tapi disisilain kita tetap menyukai bunga, coklat, boneka dan fancy things. Kali ini gue mau ngebahas tentang boneka, sama seperti bunga yang ‘gak guna’ karena cepet layu, mati, kering dan akhirnya jadi sampah , boneka juga cuma jadi pajangan yang gak punya kegunaan apa-apa, bedanya dia ga...

Ngopi Yuk...

You were my milk. Now I drink tea    You were my tea. Now I drink coffee. Jaman gue lahir sampe SD gue paling males makan, main course gue cuma susu. Pagi pas bangun tidur minum susu... Pulang sekolah minum susu... Sore bangun tidur siang minum susu... Malem mau tidur minum susu... Seiring pertumbuhan gue menghentikan minum susu dan mengganti dengan teh, entah kenapa gue suka banget sama teh. Pagi bangun tidur minum teh... Siang pas makan siang jajan teh kemasan... Sore minum teh anget... Setiap jajan dan makan minumnya teh... Teh udah kaya pengganti air putih... Sampe sekarang gue suka teh tapi gue jauh lebih menikmati dan mencintai kopi, kenapa? Mungkin turunan, nyokap bokap gue tukang ngopi banget, mungkin dulu mereka ketemu atau nge-date di coffee shop kali ya. Atau karena pertumbuhan gue juga yang merasa teh tidak senikmat dulu lagi, atau yang gue butuhkan bukan lagi manisnya teh dan hangatnya warna kecoklatan itu. Pagi kalo n...

Aku Mulai Enggan Berbicara Apa-Apa

Iskandar Yusuf Rasa cemburumu bagai pencuri yang menyembunyikan diri dalam kegegelapan mengapa kau menyibukkan diri dan menghitung asumsi semu ... Aku mengerti bayangan tubuhku kau simpan dalam kerinduanmu namun kau tidak mengerti mengapa bayangan tubuhmu mengikat jiwa merdekaku ... Jangan kau batasi kebebasan jiwaku di balik pagar istanamu aku bukan pecundang! jangan kau ancam aku oleh rintihan sesakmu aku bukan penipu! aku bukan pengkhianat yang berjalan diatas altar suci aku adalah jiwa menderita yang menemukan kedamaian dalam kesendirian ... Bidadari-ku aku mulai enggan berbicara tentang apa-apa!

Caption

Alohaaaaaaa......... Lama tidak bersua (gitu terus ya awalan blog gue), mau dengerin keluhan gue kali ini gak? Bener ya Jakarta Keras, Hidup itu Perjuangan bosss.... jadi gini ceritanya....... Liburan gagal padahal udah di depan mata (udah sampe Jepara mau nyebrang ke Karimun tapi gak bisa), ngeliat temen-temen liburan tapi elo gak bisa ikut, ulang tahun sepi tanpa kado, kue, surprise ataupun kedatengan temen-temen yang rame (kaya 5 tahun terakhir), gaji sebulan udah abis total padahal gajian masih 2 minggu lagi (entah boros buat apa padahal belum belanja 2 bulan), ketilang, HP (baru beli 2 bulan) jatoh sampe layarnya retak dan gak bisa claim garansi ataupun asuransi karna pas pertama beli gak ditawarin trus gak tau juga, ketemu artis idola eh fotonya ngeblur parah, mau ‘minum-minum’ eh tiba-tiba ‘dapet’ di H-2 yang berarti gak bisa konsumsi alcohol dulu. kurang apes apa lagi coba? Kalo dipikir-pikir emang ini waktu yang tepat buat ngeluh, ngerengek dan kecewa, so do I...

Sarjana Vroooh!

Boleh sombong gak sekali-sekali? Boleh lah ya. FINALLY... GUE S.E !!! Akhirnya ya perjuangan gue belajar 3 tahun di kampus, dan 6 bulan jatuh bangun ngerjain skripsi ditengah lemburan kerjaan yang gak pernah ada habisnya pun selesai. Kata siapa orang yang kuliah sambil kerja sambil brevet gak bisa bener kuliah sama kerjanya? pas jaman semester 7, senin - jumat paginya magang, malemnya kuliah, sabtu - minggunya brevet, tapi saat itu IP gue paling tinggi selama 6 semester, bisa sampe cumlaud malah. Di bulan Juni gue udah kerja beneran, kerja loh bukan kuliah, dan di bulan Oktober gue bisa lulus tanpa revisi, malah dosennya gue sampe WA ngasih tau kalo skripsi gue itu jadi skripsi terbaik dan bakalan dia lanjutin jadi penelitiannya dia, yes, SKRIPSI TERBAIK. Wow. Gue bukan mahasiswa teladan yang jalannya lurus-lurus aja, bukan mahasiswa yang bersahabat sama perpus dan IPK cumlaud atau lulus 3,5 tahun. bukan Gue juga bukan mahasiswa yang " cihuy ", gue ga...

Toples Kehidupan

Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, ia mengambil toples kosong dan mengisinya dengan bola-bola golf hingga penuh, kemudian bertanya kepada para mahasiswaanya,  "Apakah toples sudah penuh?" mereka setuju. Kemudian ia menuangkan batu koral ke dalam toples dan mengguncangnya dengan ringan hingga batu koral itu mengisi tempat yang kosong diantara bola-bola golf tersebut. lalu si profesor bertanya kembali pada mahasiswanya,  "Apakah toples ini sudah penuh?"  mereka setuju. Selanjutnya ia menabur pasir ke dalam toples tersebut, tentu saja pasir itu masih mendapat ruang di toples itu. pasir itu menutupi semua ruang-ruang kecil antara bola golf dan batu koral, lalu profesor itu bertanya lagi, "Apakah toples itu sudah penuh?" "Ya, Prof" jawab mereka serempak hampir bosan. Terakhir, ia menuangkan dua cangkir kopi dari atas mejanya kedalam toples secara acuh tak acuh, dan secara efektif mengisi r...

Harapan

Semua orang butuh harapan. Untuk bertahan hidup, untuk memperjuangkan hidup, semua ada harapan. Sesuatu yang gak bisa dibuktikan secara harafiah, tapi kita mempercayainya. Begitu juga gue, di tahun 2015 ini begitu banyak harapan, mulai yang sudah terwujud, belum terwujud dan tidak terwujud sama sekali. Bisa dibilang dua harapan gue di tahun ini adalah, bisa punya jam tangan lagi dan pergi Gombong untuk nyekar, dan dua-duanya gue lakukan dengan jerih payah gue sendiri, wow! Walau jam tangan bukanlah jam tangan yang mewah yang berharga ratusan ribu hampir jutaan, setidaknya itu cukup lucu, dan walaupun ke kebumen menghabiskan banyak biaya, dan sekalian berlibur ke Jogja, gue gak nyesel, itu seru, asik, perjalanan pertama gue tanpa orangtua atau organisasi, dan bisa dibilang, gue kangen Jogja dimalam hari. Harapan yang belum terjadi tapi gue yakin akan terjadi adalah, gue akan lulus sebagai sarjana tahun ini, punya penghasilan sendiri, kerja kantoran, dan liburan. Gue percaya itu a...