Postingan

Pemikiran Bodoh

kali ini gue cerita rada konyol yaa, gak yang dramatis dramatis deh.. jadi tadi dikantor, setelah makan siang, bapak gaul atau orang yang gue anggap sebagai bokap gue nyuruh gue fotocopy, udah nih di fotocopy-in, kan ada kwitansi yang gue fotocopy, nah kwitansi itu ukurannya setengah dari kertas A4, so pasti harus dipotong kan? sebenarnya ada alat pemotonganya, tapi itu pas di depan kaca marketing, lah gue ogaah, udah tau orang marketing tuh rada rada gimaana gitu, tuh tempat emang paling anti deh bagi anak-anak PKL, hahaha.. setelah gue kasih ke bapak gaul, dia minta gue buat potong, ya udah nih, gue ambil curter and penggaris, nah gue make curter yang cuma pisau-nya aja, tapi ada yang di lapisin lakban sebagai alat pegangnya, baru gue mulai menggaris, gue teken curternya pake telunjuk gue, eh seeeeek, telunjuk gue ke beset, lumayan dalem, darah merah yang kentel ngalir, wuuua lemes kaki gue, ternyata eh ternyata, lakbannya ada yang sobek, dan pisaunya itu mengenai tangan gue.. gue la...

today is my mom's days

Gambar
aku punya seorang mama yang menurut aku, dia sungguh kuat, mungkin jika suatu saat aku menjadi seorang mama pun, aku gak sanggup menjadi seperti dia, yang dengan begitu sabar merawat, mendidik serta mencukupi kebutuhan aku dan kakak ku sendirian sejak aku masih di dalam kandungan samapi sekarang aku sudah menjadi seorang gadis remaja. aku memang dulu sering ditinggal mama, sejak umur 2 bulan aja aku udah ditinggal mama kerja, yang dulu mama adalah seorang pramugari, dari situ entah kenapa setiap ada mama, aku sangat ingin memanfaatkan waktu, aku takut mama pergi lagi, mungkin bisa dibilang aku manja, kekanak-kanakan atau whatever lah, tapi jujur yang aku mau cuma mama tetap memperlakukan aku seperti anak kecil, yang selalu ditanyain keadaannya saat aku lagi pergi, yang dipaksa makan waktu aku lagi males makan bahkan sampai disuapin, aku selalu ingin mama seperti itu. tapi memang tak bisa dipungkiri kalau aku sebagai anak emang suka rada kesel kalau mama udah marah-marah gak jelas karen...

I found something I search

dari dulu gue gak pernah ngerasa punya seorang figur papa, gue sempet tinggal 10 tahun tinggal satu rumah sama bokap gue, tapi itu juga aneh, dalam sehari mungkin cuma sekali gue ngomong, itu juga cuma pamit untuk pergi ke sekolah, udah itu aja, selama kurung waktu itu gue merasa "yaelah gitu doang, gak perlu dah gue, gue cukup punya mama, embel-embel lain mah tambahan doang" tapi semakin lama semakin gue m erasa iri sama temen-temen gue yang mempunyai keluarga lengkap, 6 tahun gue melawan rasa kerinduan atas sesosok figur ayah, sebenernya sih 16 tahun gue udah rindu akan figur itu, gue pengen aja punya bokap yang bisa diajak becanda, nemenin gue ngobrol, jemput gue sekolah, pokoknya banyak deh, tapi apa mau di kata, Tuhan punya rencana lain buat hidup gue, Tuhan pengen gue jadi wanita yang kuat dan tegar, dan fisikly gue udah tegar tapi dalemnya gue itu loh yang kadang merasa kangen, kehilangan dan mencari sesuatu yang gue aja gak tau itu apa. tapi Thanks God, beberapa mingg...

everything bout edward a.k.a Robert Patt and his partner

>> : “before you, my life was like a moonless night,very dark, but there were stars-point of light and reason, and then you shot across my sky like a meteor. Sudeently everything was on fire, there was brilliancy, there was beauty. When you were gone, when the meteor had fallen over the horizon, everything went black. Nothing had changed, but my eyes were blinded by the light. i couldn’t see the stars anymore and there was no more reason for anything" (EDWARD'S SAID IN NEW MOON) >> : a normal guy would say "i love you" but Edward would say "you are my life now" As you leave the house, a normal guy would say "bye, see yaa" but Edward would say "hurry back to me" When you're far away, a normal guy would say "i miss you", but Edward would say "it's like you've taken half my self with you" If you die, a normal guy would find another, but Edward would kill himself cause life without you is a life no...

jatuh hati

Masih dalam suasana panas, bete dan kesel, gue memutuskan untuk tetap berangkat ke sekolah.. Sampai di sekolah, gue berusaha bersikap biasa tapi gak bisa, akhirnya gue tidur aja.. Pas mau berangkat ke DB juga masih sama, malah di jalan emosi geu langsung teredam saat gue ngeliat seorang ibu yang mau turun dari bus yang penuh sesak sambil menggendong seorang bayi. takut banget gue kalo bayi itu kepentok atau keteken-teken. mendadak gue suka ma bayi. pas tau waktu kakak kelas gue ada yang 'kecelakaan' and sekarang udah punya bayi, semua orang yang gue kenal selalu bilang 'yaa ampuun kasian banget yaa dia' atau 'busset, paraah banget' tapi respon gue adalah 'Waah, pasti bayinya lucu bangeet jadi mau lihat deh'. jujur gue menganggap bayi itu sebagai anugrah, banyak novel yang gue baca selalu memperjuangkan kehidupan si cabang bayi dari situ lah gue mencoba merasakan semuanya dan gue jadi jatuh hati beneran. Mana pas malem ini gue ke pernikahan dari anak teme...